Jangan Abaikan, Pelembap Penting untuk Kesehatan Kulit Selama Pandemi

Kompas.com - 13/05/2020, 08:04 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Produk pelembap ternyata berperan penting pada kesehatan kulit kita pada masa pandemi Covid-19.

Keadaan yang membuat kita lebih banyak di rumah mengakibatkan kulit lebih berisiko mengalami kekeringan, iritasi, dan mudah berjerawat.

Kondisi tersebut dipengaruhi kegiatan kita yang kini jadi lebih sering mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

Belum lagi, selama tetap di rumah saja kita jadi sering menggunakan AC. Ini membuat kulit kering dan muncul eksim.

Baca juga: 3 Penyakit Kulit yang Muncul saat Musim Hujan, dari Kurap hingga Eksim

Tak hanya itu, penggunaan masker wajah yang terlalu sering, serta rasa stres karena di rumah saja, juga berdampak pada timbulnya jerawat.

Untuk mencegah iritasi kulit selama masa pandemi, Dokter Spesialis Kulit Dermatologi Kosmetik Lilik Norawati pun menekankan pentingnya penggunaan pelembap setiap hari.

"Gunakan pelembap sepanjang hari untuk mencegah dan mengatasi kekeringan kulit," ujarnya dalam Diskusi Online Noroid, Selasa (12/5/2020).

Selama pandemi disarankan untuk menggunakan sabun berpelembap dan aplikasikan pelembap setiap habis mencuci tangan agar kulit tidak kering, serta hindarilah mencuci tangan dengan air hangat.

"Pastikan saat pengolesan pelembap, keseluruhan permukaan kulit kedua tangan, dan sela jari terkena," katanya.

Selain itu, untuk mencegah munculnya jerawat perlu dilakukan dengan menggunakan pelembap sepanjang hari. Di samping juga dengan tetap menjaga pola tidur yang baik.

Baca juga: Bukan Produk Kecantikan, Ini Terapi untuk Remajakan Kulit Wajah

Dalam penggunaan pelembap, kata Dokter Lilik, harus dipilih produk yang memang sesuai karakter kulit, apakah berminyak atau kering.

Kemudian, hal penting lainnya adalah pilih pelembap yang mengandung ceramide atau pseudo-ceramide. Keduanya baik untuk perawatan kulit.

"Kandungan pseudo-ceramide secara klinis efektif daIam memperbaiki dan mencegah kulit kering dengan cara meningkatkan hidrasi atau kelembapan kulit dan memperbaiki fungsi barrier kulit yang rusak," jelasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X