Sudah 9, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pemetaan Genom Virus Corona

Kompas.com - 12/05/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19 SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIOIlustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19

KOMPAS.com - Ilmuwan Indonesia berhasil menambah pemetaan genom virus SARS-CoV-2. Kini, ada 9 isolat virus corona yang berhasil di-sekuensing.

Terdapat 6 isolat virus corona SARS-CoV-2 baru yang berhasil di-sekuensing atau diurutkan, dari sebelumnya hanya 3.

Untuk diketahui, pemetaan sembilan isolat virus corona tersebut berasal dari pasien Covid-19 di Tanah Air.

"Jadi dari Eijkman ada 7 (isolat virus yang berhasil disekuensing), kemudian 2 dari Unair," ungkap Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Profesor Amin Soebandrio kepada Kompas.com, Minggu (10/5/2020).

Baca juga: Kabar Baik, Pemetaan Genom Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 9

Kesembilan isolat virus tersebut sudah diunggah ke portal Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) untuk dianalisis.

Portal GISAID merupakan inisiatif kerjasama antara pemerintah Jerman dengan organisasi nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan akses terhadap berbagai informasi genetik virus-virus yang menyebabkan epidemi seperti flu.

Berkaitan dengan sekuensing genom virus corona SARS-CoV-2, peneliti post doktoral Lembaga Biologi Mokuler (LBM) Eijkman Pradiptajati Kusuma mengatakan bahwa jumlah 9 sekuens genom virus corona tersebut masih rendah, mengingat jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai lebih dari 14.000 kasus.

"Sembilan sekuens ini masih sangat-sangat prematur. Masih harus ditambah lagi dengan banyak sekuens," katanya kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, diperlukan lebih banyak isolat virus yang di-sekuensing agar semakin banyak data yang tersedia seputar informasi genom virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia.

Data tersebut berguna untuk para ilmuwan mempelajari karakteristik virus sehingga dapat diketahui asal muasal, patogenisitas, dan mekanisme evolusi virus. Di samping itu, juga berguna untuk pengembang vaksin yang tepat.

Pradipta menyatakan, sampel sekuensing genom virus corona harus lebih beragam dari pasien Covid-19 berbagai wilayah di Indonesia, terlebih dari luar Pulau Jawa.

Sejauh ini, sampel virus yang di-sekuensing berasal dari pasien di Jakarta dan Surabaya saja.

Baca juga: Virus Corona SARS-CoV-2 di Indonesia, dari Mana Asalnya?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X