Dilema Galon Air Sekali Pakai, Ahli Minta Pemerintah Tegur Produsen

Kompas.com - 11/05/2020, 20:30 WIB
Karyawan perusahaan air minum dalam kemasan sedang bersiap mendistribusikan ratusan galon air ke dalam truk pengangkut. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOKaryawan perusahaan air minum dalam kemasan sedang bersiap mendistribusikan ratusan galon air ke dalam truk pengangkut.

KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19, jumlah sampah plastik tetap meningkat. Para ahli mengimbau masyarakat agar menghindari konsumsi air kemasan galon sekali pakai.

Namun, air kemasan galon yang telah dikenal masyarakat puluhan tahun menjadi yang lebih ramah lingkungan karena bisa diisi ulang di pabrik dan terbukti aman dikonsumsi, serta tidak menambah jumlah sampah plastik.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Pakar Keamanan Pangan, Prof Ir Ahmad Sulaeman PhD mengatakan bahwa setiap produk yang sudah dikemas dan disegel sesuai standar yang telah ditetapkan, sudah pasti hiegienis dan aman dikonsumsi.

"Air kemasan galon (bukan kemasan sekali pakai) yang diisi ulang di pabrik sudah memenuhi standar keamanan pangan dan lebih ramah lingkungan," kata Ahmad.

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Enzim, Bisa Daur Ulang Plastik dalam Hitungan Jam

Hal tersebut disampaikan menaggapi klaim segelintir produsen air kemasan yang menggunakan galon sekali pakai, serta mengklaim produk mereka lebih aman.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah mengeluarkan kebijakan phase out beberapa jenis produk dan kemasan produk sekali pakai sebagaimana diatur dalam Permen LHK No P 75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan bahwa langkah perusahaan produsen air kemasan tersebut kontraindikasi dengan kebijakan pemerintah.

“Langkah perusahaan produsen air kemasan galon sekali pakai itu kontradiksi dengan kebijakan pemerintah yang justru sedang berupaya mengurangi limbah plastik, seperti dengan penggunaan tumbler di sekolah, kampus, kantor, dan hotel-hotel, yang tidak lagi menyediakan air minum dalam kemasan,” kata Vivien di Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

Pemerintah diminta tegur produsen air kemasan galon sekali pakai

Ahmad meminta pemerintah untuk menegur pdrusahaan-perusahaan produsen air kemasan galon sekali pakai karena bertentangan dengan kebijakan pemerintah tentang penurunan limbah plastik.

Pasalnya, ditegaskan Ahmad, air kemasan galon yang sekarang digunakan telah dikonsumsi selama puluhan tahun dan sangat aman karena telah memperoleh izin keamanan pangan dari Badan POM.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X