FDA Minta Anjing dan Kucing Terapkan Social Distancing, Ini Alasannya

Kompas.com - 11/05/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi kucing suka catnip. SHUTTERSTOCKIlustrasi kucing suka catnip.

KOMPAS.com - Food and Drug Administration (FDA) atau BPOM AS mengeluarkan rekomendasi bagi pemilik hewan peliharaan agar melakukan social distancing pada kucing dan anjing selama pandemi.

Lembar fakta FDA 30 April berisi hewan peliharaan tidak boleh berinteraksi dengan orang atau hewan lain di luar rumah.

Sebisa mungkin kucing harus berada di dalam rumah. Sementara anjing harus diberi kalung tali agar dapat menjaga jarak dua meter dengan manusia dan hewan lain.

FDA juga merekomendasikan pemilik anjing untuk tidak pergi ke taman atau tempat umum yang biasanya didatangi orang dan anjing peliharaan untuk bermain.

Baca juga: Ancaman Virus Corona Bagi Kehidupan Orangutan di Indonesia

Kasus pertama yang dilaporkan terkait hewan terinfeksi virus corona adalah harimau yang tinggal di kebun binatang Bronx.

Sejak itu, empat harimau lain dan tiga singa di kebun binatang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, satu kucing peliharaan di Hong Kong dan Belgia, serta dua kucing di New York telah didiagnosis positif virus corona setelah mengalami gangguan pernapasan ringan.

Salah satu di antara kucing-kucing itu tinggal di rumah yang penghuninya tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

Tiga anjing juga dilaporkan positif Covid-19. Namun penelitian kecil yang dikutip FDA menunjukkan bahwa anjing tidak mungkin terinfeksi virus seperti kucing.

Hingga saat ini, tidak ada laporan hewan peliharaan menularkan virus corona ke manusia.

"Berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini, tidak ada bukti hewan peliharaan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus corona penyebab Covid-19," kata FDA dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Business Insider, Senin (11/5/2020).

Keputusan FDA untuk melakukan social distancing pada anjing dan kucing, adalah untuk mencegah hewan peliharaan sakit dan menginfeksi hewan lain.

"Yang paling penting untuk dipahami adalah virus ini menyebar pada manusia. Namun kucing rentan terinfeksi. Sekarang semua hewan yang terinfeksi sudah pulih," kata direktur Cornell Feline Center, Bruce Kornreich.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X