Ancaman Virus Corona Bagi Kehidupan Orangutan di Indonesia

Kompas.com - 11/05/2020, 08:09 WIB
Sinar, bersama induknya, Susi bergelantungan di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat. istimewaSinar, bersama induknya, Susi bergelantungan di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.

 

"Kami sangat berhati-hati agar tidak terjadi penularan ( virus corona) dari manusia ke hewan liar," ujar Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dari KLHK.

"Penyakit adalah salah satu ancaman yang dapat menyebabkan kepunahan suatu spesies," imbuh Indra.

Salah satu tempat rehabilitasi di Kalimantan, Center for Orangutan Protection (COP) mengembalikan 16 orangutan yang dirawat ke kandang sebagai upaya perlindungan.

"Kami memilih untung mengandangkan orangutan untuk mencegah penularan virus," kata Ramadhani, manajer rehabilitasi pusat.

Ancaman yang dihadapi orangutan

Kurang dari 72.000 orangutan hidup di alam liar, menurut perkiraan pemerintah Indonesia. Dan mereka menghadapi ancaman lain selain virus corona.

Orangutan Sumatera yang ada saat ini sekitar 13.700 ekor. Mereka tinggal di hutan belantara Indonesia, dulunya.

Karena deforestasi, terutama untuk perkebunan kelapa sawit, habitat mereka pun hilang.

Baca juga: Kurva Covid-19 di Indonesia Melandai, Apa yang Salah dari Datanya?

Dari tiga spesies orangutan, yang paling terancam punah adalah orangutan Tapanuli yang baru diidentifikasi pada 2019. Jumlahnya hanya sekitar 760 ekor dan hidup di Sumatera Utara.

Habitatnya kini terancam hilang oleh penebangan, tambang emas, dan pembangunan bendungan PLTA Batang Toru.

Orangutan Kalimantan, juga terancam oleh konversi hutan menjadi lahan pertanian, terutama ketika lahan dilalap api, jumlahnya sekitar 45.600 ekor di Indonesia, setelah dua dekade menurun secara dramatis.

Sementara sekita 11.700 ekor tinggal di sisi perbatasan Malaysia.

Selain habitat yang menghilang, kehidupan orangutan juga terancam oleh perburuan liar. Banyak induk orangutan diburu dan dibunuh, agar pemburu dapat mengambil bayi orangutan yang kemudian dijual untuk hewan peliharaan.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X