Kabar Baik, Pemetaan Genom Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 9

Kompas.com - 10/05/2020, 16:00 WIB
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak. Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak.

 

"Jadi 7 (dari Eijkman) itu memang banyak, tapi masih kurang banyak sebetulnya," katanya.

Baca juga: Tipe Virus Corona di Indonesia Berbeda dengan 3 Jenis Lain di Dunia, Apa Maksudnya?

Prof. Amin berharap semakin banyak lab yang berhasil memetakan materi genetik SARS-CoV-2, khususnya dengan sampel pasien Covid-19 yang berada di luar Pulau Jawa.

Untuk diketahui, hingga saat ini 9 isolat virus yang berhasil disekuensing berasal dari pasien Covid-19 di Jakarta dan Surabaya.

"Jadi itu saja enggak cukup, karena kita harus lihat yang ada di luar Pulau Jawa, (jadi bisa tahu) apakah dia lokal tranmission atau kasus impor," katanya.

Hasil Analisis Sekuensing 3 Isolat Virus Corona di Indonesia

Diberitakan sebelumnya, Eijkman berhasil melakukan sekuensing 3 isolat virus corona yang diberi ID GISAID: Indonesia/JKT-EIJK2444/2020, Indonesia/JKT-EIJK0317/2020, dan Indonesia/JKT-EIJK0141/2020.

Baca juga: Virus Corona SARS-CoV-2 di Indonesia, dari Mana Asalnya?

Sampel virus dengan nama EIJK2444 sebelum berada di Indonesia, virus tersebut memiliki kemiripan dengan virus yang ada di Jepang. Virus ini memiliki mutasi unik asam amino pada protein S posisi 76, dari Threonine menjadi Isoleucine.

Untuk sampel virus EIJK0317, memiliki kemiripan dengan virus yang ada di Uni Emirat Arat. Virus tersebut memiliki mutasi unik asam amino pada protein ORF1a posisi 461 dari Isoluecine menjadi Valine.

Sedangkan sampel virus EIJK0141 memiliki kemiripan dengan virus yang ada di Amerika Serikat. Virus ini memiliki mutasi unik asam amino pada protein ORF1a posisi 2103 dari Serine menjadi Phenilalanine.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X