Ternyata Bulan Pernah Menghilang dari Langit Bumi, Kok Bisa?

Kompas.com - 08/05/2020, 20:03 WIB
Fenomena Supermoon terlihat di Desa Alue Raya, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Rabu (6/5/2020). Fenomena supermoon terakhir pada 2020 bernama flower moon ini bisa terlihat jelas di seluruh Dunia dimana posisi bulan terdekat dengan bumi dan dapat disaksikan mulai Rabu (6/5/2020) hingga tiga hari ke depan. ANTARA FOTO/SYIFA YULINNASFenomena Supermoon terlihat di Desa Alue Raya, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Rabu (6/5/2020). Fenomena supermoon terakhir pada 2020 bernama flower moon ini bisa terlihat jelas di seluruh Dunia dimana posisi bulan terdekat dengan bumi dan dapat disaksikan mulai Rabu (6/5/2020) hingga tiga hari ke depan.

KOMPAS.com - Bulan ternyata pernah menghilang dari langit Bumi sekitar satu milenium atau seribu tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan terjadi pergolakkan besar di atmosfer bumi.

Pada saat itu adanya awan raksasa kaya akan partikel sulfur yang bergerak ke seluruh stratosfer, sehingga mengubah langit menjadi gelap selama berbulan- bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Stratosfer sendiri merupakan lapisan kedua dari atmosfer bumi, terletak di atas troposfer dan di bawah mesosfer.

Terungkapnya fenomena itu setelah para peneliti melakukan pengeboran untuk mengambil sampel inti es dari perut bumi di bawah lapisan es atau gletser.

Baca juga: Pembangunan Pangkalan di Bulan, Ilmuwan Akan Gunakan Urine Astronot

Analisa pada sampel tersebut menunjukkan adanya sulfur aerosol yang terjebak di dalamnya.

Jejak sulfur aerosol tersebut diperkirakan terbentuk akibat peristiwa letusan gunung berapi yang mencapai lapisan stratosfer, dan kemudian letusan itu membutuhkan waktu untuk pada akhirnya turun kembali ke Bumi.

Lapisan es itu menyimpan bukti vulkanisme yang terjadi jauh di masa lalu, meski demikian tetap sulit untuk menentukan waktu pasti peristiwa itu terjadi. Peneliti masih mencari dari gunung berapi apa letusan itu berasal.

Melansir Science Alert, Jumat (8/5/2020), para ilmuan berasumsi endapan sulfur tersebut berasal dari lutusan besar gunung berapi Hekla di Islandia pada tahun 1104.

Baca juga: Fenomena Langit Bulan Ini: Mulai Supermoon hingga Hujan Meteor Lyrids

 

Salah satu gunung yang paling paling ditakuti, bahkan disebut-sebut sebagai 'Gerbang Menuju Neraka'.

Asumsi letusan itu pun dianggap masuk akal, berdasarkan bukti yang ditemukan di bawah lapisan es bahwa adanya endapan sulfat terbesar selama 1.000 tahun terakhir.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X