Obat Penawar Keracunan Logam Dapat Selamatkan Korban Gigitan Ular

Kompas.com - 08/05/2020, 07:04 WIB
Ular. BBC IndonesiaUlar.

KOMPAS.com - Tim peneliti Liverpool, Inggris menemukan obat yang secara signifikan dapat meningkatkan harapan hidup orang yang tergigit ular. Ini bukan obat baru, sebelumnya sudah ada.

Obat ini merupakan obat yang diresepkan bagi orang yang keracunan merkuri. Obat tersebut sudah berhasil diuji coba pada hewan.

Tim menunjukkan bahwa penggunaan obat yang biasa digunakan untuk mengobati keracunan merkuri adalah terapi oral yang efektif untuk pengobatan gigitan ular hemotoksik tertentu.

Zat aktif yang ingin digunakan tim peneliti dari Liverpool melawan gigitan ular disebut dimercaprol.

Sejauh ini, turunan obat itu yang disebut asam 2,3-Dimercapto-1-propanesulfonic (DPMS) digunakan untuk pasien-pasien yang mengalami keracunan logam berat arsenik, merkuri atau timbal.

Baca juga: Jamur Mematikan ini Ancam Kehidupan Ular Tropis di Bumi, Ini Sebabnya

Sekarang, penelitian baru menunjukkan dua bahan aktif juga bisa membantu melindungi orang yang yang terpapar racun ular.

Ahli biokimia dan biologi molekuler Laura Oana-Albulescu, dan timnya para periset di Liverpool School of Tropical Medicine (LSTM) telah mencari bahan aktif yang mengikat ion logam yang bekerja di dalam tubuh bersama dengan racun ular.

Dimercaprol dan DPMS bekerja melawan enzim dalam racun ular dengan menghambat aktivitas in vitro enzim-enzim racun ular yang bergantung pada ion-ion zinc.

Caranya dengan mengikat ion zinc. Para peneliti pertama kali dapat menunjukkan hasil penelitian ini di laboratorium.

Mereka menerbitkan hasil riset itu di jurnal Science Translational Medicine pada 6 Mei 2020.

Mereka juga berhasil membuktikan dalam percobaan pada hewan bahwa DPMS dapat melindungi tubuh pasien terhadap efek mematikan dari racun ular beludak bersisik.

Salah satu jenis ular beracun itu dapat ditemukan di Afrika, Timur Tengah dan Asia dan sebagian besar hasil gigitannya berakibat fatal.

Sekitar 138.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya di seluruh dunia karena gigitan ular, demikian menurut LSTM, dan 400.000 orang menderita kerusakan kesehatan yang tidak dapat dipulihkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi: Monyet yang Pernah Kena Covid-19 Jadi Kebal Sebulan Kemudian

Studi: Monyet yang Pernah Kena Covid-19 Jadi Kebal Sebulan Kemudian

Fenomena
Pesawat Ruang Angkasa ESA Terbang di Atas Kawah Es Mars, Ini Penampakannya

Pesawat Ruang Angkasa ESA Terbang di Atas Kawah Es Mars, Ini Penampakannya

Fenomena
Hingga Besok, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Berikut...

Hingga Besok, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Berikut...

Fenomena
Pandemi Covid-19, 4 Alasan Menolak Klaim Keampuhan Obat Herbal

Pandemi Covid-19, 4 Alasan Menolak Klaim Keampuhan Obat Herbal

Kita
Kalung Antivirus Corona Kementan, Ahli Sebut Perlu Uji Klinis pada SARS-CoV-2

Kalung Antivirus Corona Kementan, Ahli Sebut Perlu Uji Klinis pada SARS-CoV-2

Oh Begitu
Awan Pelangi di Tokyo, Bisakah Fenomena Ini Terjadi di Indonesia?

Awan Pelangi di Tokyo, Bisakah Fenomena Ini Terjadi di Indonesia?

Fenomena
Fenomena Awan Pelangi di Tokyo, Apa Itu? Ini Penjelasan Ahli

Fenomena Awan Pelangi di Tokyo, Apa Itu? Ini Penjelasan Ahli

Fenomena
Seri Hewan Nusantara: Landak Jawa, Satwa Dilindungi dan Durinya Kaya Nutirisi

Seri Hewan Nusantara: Landak Jawa, Satwa Dilindungi dan Durinya Kaya Nutirisi

Oh Begitu
Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Fenomena
Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X