Bukan Asteroid Pemicu Kiamat

Kompas.com - 04/05/2020, 19:34 WIB
Sebagian wajah asteroid 1998 OR2 dalam citra teleskop radar Observatorium Arecibo, Puerto Rico (AS). Asteroid ini berdiameter 2.500 m dan berhiaskan cekungan kawah selebar ~900 meter di wajahnya. Kawah tersebut adalah produk benturan antar asteroid di masa silam. National Science Foundation/Arecibo, 2020Sebagian wajah asteroid 1998 OR2 dalam citra teleskop radar Observatorium Arecibo, Puerto Rico (AS). Asteroid ini berdiameter 2.500 m dan berhiaskan cekungan kawah selebar ~900 meter di wajahnya. Kawah tersebut adalah produk benturan antar asteroid di masa silam.

Sementara itu, sebagian besar lainnya dipaksa menjauhi Matahari dan hanya bisa bergentayangan di tepian tata surya nan dingin membekukan. Mereka membentuk kawasan Sabuk Kuiper-Edgeworth di bagian tengah dan awan komet Opik-Oort di tepi terluar tata surya.

Lalu, sisanya terpaksa terusir keluar dari lingkungan tata surya.

Dengan sejarah pembentukannya yang demikian riuh, asteroid tak pernah tenang sepanjang hidupnya. Orbit lebih lonjong (eksentrik) dan bidang orbit lebih miring (terinklinasi) menjadikan tiap asteroid mudah dihegemoni gravitasi planet-planet besar. Terutama Jupiter.

Gangguan gravitasi membuat orbit setiap asteroid secara alamiah tidak stabil, sehingga selalu berubah dari waktu ke waktu secara gradual.

Perubahan orbit bahkan terjadi pula oleh faktor internal, terutama ketidakseimbangan penyinaran Matahari yang mengubah rotasi asteroid dan kemiringan kutub-kutubnya. Perubahan ini menyebabkan umur rata-rata sebuah asteroid hanya berkisar 100 juta tahun.

Asteroid Potensi Bahaya

Sebuah asteroid akan lenyap manakala berbenturan antar sesamanya menghasilkan kepingan-kepingan lebih kecil, menubruk planet, atau dihentakkan keluar dari lingkungan tata surya.

Sifat orbit yang tidak stabil dan potensinya untuk berbenturan dengan planet juga dimiliki asteroid dekat-Bumi.

Berdasarkan potensi dampak tumbukannya, maka ada sub-klasifikasi asteroid-dekat Bumi yang disebut Asteroid Potensi Bahaya (APB), yakni asteroid-asteroid dekat-Bumi berdiameter minimal 100 meter dan memiliki jarak perlintasan-dekat maksimal 7,5 juta kilometer (19,5 kali lipat lebih jauh dari Bulan).

Bilamana menumbuk Bumi, sebuah asteroid berpotensi bahaya berdiameter 100 meter saja akan melepaskan energi setara kekuatan bom nuklir super Tsar Bomba, bom nuklir terdahsyat yang pernah dibangun manusia sepanjang sejarah, sehingga sangat berdampak bilamana menghantam sebuah kota.

Satu-satunya bahaya dari sebuah asteroid adalah bilamana bertumbukan dengan Bumi. Dampak tumbukannya dapat disetarakan dengan dampak ledakan nuklir, minus persoalan radiasinya. Jika energi tumbukannya cukup besar maka dampaknya menyerupai letusan besar gunung berapi, minus hempasan awan panas dan lava pijarnya.

Lewat ekstrapolasi data empirik ujicoba detonasi senjata nuklir, ilmuwan umumnya menyepakati apabila energi tumbukannya lebih besar dari 1.000 megaton TNT maka dampak tumbukan akan bersifat global.

Dengan kata lain, sebuah asteroid berpotensi bahaya dengan diameter 300 meter yang jatuh menumbuk Bumi sudah cukup untuk memantik bencana global, dalam wujud meredupnya pencahayaan Matahari seiring tebaran tabir surya alamiah di ketinggian lapisan stratosfer. Situasi itu serupa dengan efek tahun tanpa musim panas yang didemonstrasikan Letusan Tambora 1815 dua abad silam.

Bilamana sebutir asteroid berdiameter 2.500 meter jatuh menumbuk Bumi, maka dampaknya akan dua kali lipat lebih dahsyat ketimbang Letusan Toba Muda 75.000 tahun silam. Letusan gunung berapi terdahsyat yang pernah disaksikan di muka Bumi dalam kurun 27 juta tahun terakhir dengan dampak lingkungan sangat parah.

Jelas kiamat, dalam arti kematian makhluk hidup secara besar-besaran hingga ke titik ekstrim, akan terjadi.

Beruntung, ilmu pengetahuan dan teknologi modern telah mampu merekayasa jejaring pemantauan asteroid berpotensi bahaya seperti ini. Jejaring tersebut adalah bagian dari sistem peringatan dini, sama persis dengan sistem sejenis dalam mitigasi bencana gempa bumi, tsunami maupun letusan gunung berapi.

Hingga 3 Mei 2020, jejaring tersebut telah menemukan 2.018 butir asteroid berpotensi bahaya. Namun hingga saat ini tak satupun yang benar-benar memiliki potensi besar mengancam Bumi hingga seabad ke depan. Mereka semua hanya melintas-dekat. Jadi, asteroid pemicu kiamat itu belum ada.

 

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

CDC: Siapa Pun yang Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19 Wajib Dites

CDC: Siapa Pun yang Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19 Wajib Dites

Oh Begitu
Venus Simpan Misteri Kehidupan, NASA Pertimbangkan Misi ke Planet Ini

Venus Simpan Misteri Kehidupan, NASA Pertimbangkan Misi ke Planet Ini

Fenomena
5 Sains Aneh Ig Nobel Prize dari Alis Tebal hingga Buaya Diberi Gas Helium

5 Sains Aneh Ig Nobel Prize dari Alis Tebal hingga Buaya Diberi Gas Helium

Fenomena
Ilmuwan Peringatkan Embusan Rokok Elektrik Mengandung Zat Berbahaya

Ilmuwan Peringatkan Embusan Rokok Elektrik Mengandung Zat Berbahaya

Oh Begitu
Ilmuwan Menemukan Planet Raksasa Utuh yang Mengelilingi Bangkai Bintang

Ilmuwan Menemukan Planet Raksasa Utuh yang Mengelilingi Bangkai Bintang

Fenomena
Mengapa Kosmetik Bermerkuri Bisa Bikin Kulit Putih Cepat? Ini Kata Dokter

Mengapa Kosmetik Bermerkuri Bisa Bikin Kulit Putih Cepat? Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Menderita Kelelahan Terus-menerus, Efek Jangka Panjang Covid-19

Menderita Kelelahan Terus-menerus, Efek Jangka Panjang Covid-19

Kita
Waspadai Kosmetik Bermerkuri, Kenali 3 Ciri Sederhana Ini

Waspadai Kosmetik Bermerkuri, Kenali 3 Ciri Sederhana Ini

Oh Begitu
Ilmuwan Inggris Temukan Tes Covid-19 Tercepat Tanpa Uji Laboratorium

Ilmuwan Inggris Temukan Tes Covid-19 Tercepat Tanpa Uji Laboratorium

Fenomena
LEGO Akan Hapuskan Kemasan Plastik Sekali Pakai demi Lingkungan

LEGO Akan Hapuskan Kemasan Plastik Sekali Pakai demi Lingkungan

Oh Begitu
Kenali Tanda Awal Infeksi Kulit akibat Kosmetik Bermerkuri

Kenali Tanda Awal Infeksi Kulit akibat Kosmetik Bermerkuri

Oh Begitu
Akhir Pekan, Daftar Perairan Indonesia Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter

Akhir Pekan, Daftar Perairan Indonesia Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter

Fenomena
Pohon Asal Australia Ini Beracun dan Bisa Sebabkan Sakit Berhari-hari

Pohon Asal Australia Ini Beracun dan Bisa Sebabkan Sakit Berhari-hari

Oh Begitu
Jejak Kaki Berusia 120.000 Tahun, Ungkap Rute Migrasi Manusia Purba dari Afrika

Jejak Kaki Berusia 120.000 Tahun, Ungkap Rute Migrasi Manusia Purba dari Afrika

Fenomena
Cegah Klaster Keluarga, Lakukan Ini Saat Beraktivitas di Luar Rumah

Cegah Klaster Keluarga, Lakukan Ini Saat Beraktivitas di Luar Rumah

Kita
komentar
Close Ads X