Bukan Asteroid Pemicu Kiamat

Kompas.com - 04/05/2020, 19:34 WIB
Sebagian wajah asteroid 1998 OR2 dalam citra teleskop radar Observatorium Arecibo, Puerto Rico (AS). Asteroid ini berdiameter 2.500 m dan berhiaskan cekungan kawah selebar ~900 meter di wajahnya. Kawah tersebut adalah produk benturan antar asteroid di masa silam. National Science Foundation/Arecibo, 2020Sebagian wajah asteroid 1998 OR2 dalam citra teleskop radar Observatorium Arecibo, Puerto Rico (AS). Asteroid ini berdiameter 2.500 m dan berhiaskan cekungan kawah selebar ~900 meter di wajahnya. Kawah tersebut adalah produk benturan antar asteroid di masa silam.

Sebagai contoh adalah asteroid 2020 HS7 (diameter 5 meter), yang baru ditemukan hanya dalam sehari sebelum melintas-dekat pada 29 April 2020 pukul 01:51 WIB dengan titik terdekat hanya 36.400 kilometer di atas paras Bumi. Dengan kata lain, asteroid mungil ini melintas pada ketinggian yang relatif sama dengan orbit satelit-satelit komersial geosinkron.

Kisah kosakata asteroid

Umat manusia belum lama mengenal kosakata asteroid dibandingkan sejarah panjang peradaban terhadap meteor yang menjulur jauh ke masa prasejarah. Meskipun keduanya saling berhubungan, hampir seluruh meteorit yang kita temukan hingga saat ini berasal dari kepingan-kepingan asteroid.

Adalah penemuan Ceres pada 1 Januari 1801 yang membuka babak baru dalam pemahaman umat manusia akan tata surya dan semesta raya. Sempat dianggap sebagai planet yang patuh pada hukum Tititus-Bode, mulai dasawarsa 1850-an Ceres diklasifikasikan ulang ke dalam kelompok baru: asteroid, yakni bongkahan batu dengan ukuran beraneka-ragam yang melayang-layang di langit mengikuti orbit khasnya.

Tahun demi tahun kian banyak asteroid ditemukan. Menjelang berkecamuknya Perang Dunia 2, populasi asteroid yang telah ditemukan dibagi dalam tiga kawasan berbeda:

Pertama, Sabuk Asteroid Utama yang berisikan asteroid-asteroid yang beredar di antara orbit Mars dan Jupiter.

Kedua, asteroid dekat-Bumi yang orbitnya membentang di antara orbit Venus hingga Mars atau lebih dan memiliki titik perlintasan-dekat terhadap Bumi.

Ketiga, asteroid Trojan, yang secara teknis berbagi-orbit dengan Jupiter sehingga menggerombol pada kedua titik Lagrangian-nya.

Sejak tahun 1992 mulai ditemukan kawasan baru di tepi tata surya, yakni Sabuk Kuiper-Edgeworth. Komposisi benda-benda langit di sini sangat berbeda dibanding asteroid yang telah dikenal, karena didominasi oleh es, amonia dan air.

Namun, mereka akhirnya juga dianggap sebagai asteroid, tepatnya asteroid Sabuk Kuiper-Edgeworth. Analisis terkini mengindikasikan populasi Sabuk Kuiper-Edgeworth jauh lebih besar ketimbang Sabuk Asteroid Utama.

Pluto adalah asteroid Sabuk Kuiper-Edgeworth yang pertama kali ditemukan dan sempat dianggap sebagai planet. Bersama Ceres, pada tahun 2006 Pluto diklasifikasikan ulang ke dalam kelompok planet-kerdil mengingat gravitasinya cukup kuat untuk menjaga bentuknya tetap membulat.

Milyaran tahun silam

Kisah tentang asteroid setua sejarah tata surya itu sendiri. Di awal masa pembentukannya 5 milyar tahun silam, tata surya tersusun oleh trilyunan bongkahan planetisimal beraneka ragam ukuran yang beredar mengelilingi proto-Matahari.

Sebagian planetisimal saling bergabung antar sesamanya membentuk 9 protoplanet yang masing-masing orbitnya saling berdekatan. Sementara sebagian planetisimal lainnya yang tidak bisa bergabung merupakan asteroid yang hanya bisa beredar di sela-sela orbit tiap protoplanet.

Sekitar setengah milyar tahun berikutnya, tata surya mengalami penataan ulang besar-besaran yang dipicu interaksi gravitasi antara dua raksasa: Jupiter dan Saturnus.

Akibatnya, Jupiter terdorong lebih mendekat ke Matahari, sementara empat planet gas raksasa lainnya terdorong menjauh. Saturnus terdorong menjauh sedikit, sedangkan Neptunus dan Uranus terdorong lebih jauh sembari bertukar posisi, sehingga Uranus menjadi lebih dekat ke Matahari.

Satu planet gas raksasa lainnya bahkan terdorong demikian jauh hingga terpental keluar dari lingkungan tata surya, dipaksa mengembara di ruang antarbintang.

Penataan ulang ini berdampak sangat besar bagi kawanan asteroid. Sebagian dipaksa mendekat ke Matahari dan membentuk populasi Sabuk Asteroid Utama dan Asteroid dekat-Bumi. Sebagian kecil lainnya terjebak dalam penjara gravitasi Jupiter dan membentuk populasi asteroid Trojan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X