Kompas.com - 03/05/2020, 15:57 WIB
Bintang Tsuraya/Turaya atau dalam ilmu antariksa dikenal sebagai Pleiades LapanBintang Tsuraya/Turaya atau dalam ilmu antariksa dikenal sebagai Pleiades

KOMPAS.com - Bintang Tsurayya atau Turaya tengah menjadi perbincangan banyak orang usai sebuah video viral di media sosial.

Suara pria dalam video tersebut meyakini telah melihat bintang Tsurayya ketika matahari terbit.

Dia mengatakan, kemunculan cahaya menyerupai bintang yang diyakini bintang Tsurayya adalah pertanda wabah Covid-19 akan berakhir.

Baca juga: Viral Bintang Turaya Pertanda Corona Akan Berakhir, Ini Penjelasan Ahli

Kendati demikian, astronom amatir Marufin Suibyo mengatakan bahwa cahaya kecil yang terekam dalam video tersebut bukanlah bintang Tsurayya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bukan (bintang Tsurayya). Kemungkinan besar itu Mars, kalau benar difoto pada saat pagi hari sebelum matahari terbit," ungkap Marufin kepada Kompas.com, Kamis (29/4/2020).

Lantas, kapan bintang Tsurayya muncul dan dapat dilihat mata telanjang?

Munculnya bintang Tsurayya

Dalam ilmu antariksa, bintang Tsurayya atau Turaya dikenal dengan Pleiades.

Dijelaskan oleh Andi Pangerang dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Pusat Sains dan Antartika (Pussainsa) Lapan, Sabtu (2/5/2020) mengatakan bahwa gugus bintang Pleiades terlihat hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari atau fajar pada bulan Mei sampai Juni.

Setelah itu, Pleiades akan terlihat tinggi di langit sisi atas saat memasuki bulan September-Desember.

Bintang ini kemudian akan tenggelam saat fajar di bulan Desember.

Melihat pola terbitnya, bintang Tsurayya kemudian dijadikan penanda musim dingin oleh masyarakat yang tinggal di Bumi bagian utara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Mengenal Bintang Tsuraya atau Pleiades Tsuraya (thuraya) atau dalam istilah astronomi populer disebut sebagai gugus bintang terbuka Pleiades, merupakan sekumpulan bintang yang terletak di dekat rasi Taurus. Gugus bintang terbuka ini terdiri dari sejumlah bintang, dan tujuh diantaranya dapat dilihat dengan mata telanjang. Dalam mitologi Yunani, dan dikenal sampai saat ini, ketujuh bintang tersebut adalah Sterope, Merope, Electra, Maia, Taygeta, Celaeno, dan Alcyone; dan dikenal sebagai bintang 7 saudari. Karena mudah dikenali dengan mata telanjang, maka obyek ini juga muncul dalam berbagai mitologi langit dari berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Pleiades juga dikenal sebagai bintang tujuh dalam berbagai mitologi di berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Dalam tradisi langit nusantara, sering disebut juga sebagai Lintang Wuluh, atau Lintang Kerti. Dari tradisi India dikenal sebagai Kartika (Kritikka) yang namanya diambil dari dewa pelindung bangsa Tamil, Kartikeya. Sedangkan di Tiongkok dan Korea, Tsuraya dikenal sebagai Mao-Xing dan Myo-Su Byeol (Bintang Berambut, Hairy-Head Star). Jepang mengenalnya sebagai Subaru-hoshi atau "Bintang yang berkumpul", secara populer dikenal sebagai Subaru. Dalam tradisi agraris nusantara, munculnya Pleiades ketika fajar digunakan sebagai tanda untuk memulai menggarap sawah dan membersihkan huma, sebagai tanda awal bercocok tanam; sedangkan di timur tengah, Tsuraya yang terbit ketika fajar merupakan penanda berakhirnya masa mewabahnya hama tanaman dan dimulainya panen buah kurma. Dalam astronomi, jarak Pleiades ke Bumi mencapai 444 tahun cahaya, artinya cahaya dari Tsuraya membutuhkan waktu 444 tahun agar sampai ke Bumi. Pleiades terbit hampir bersamaan dengan Matahari terjadi di bulan Mei sampai dengan Juni ketika terbit saat fajar, kemudian tinggi di atas saat September-Desember, sampai kemudian tenggelam saat fajar ketika Desember, sehingga seringkali diasosiasikan sebagai penanda musim dingin bagi masyarakat di belahan Bumi utara. Nama dalam katalog disebut sebagai Messier 45, dan anggota gugus bintang tersebut adalah bintang yang relatif muda, dengan kelas spektrum tipe B, ... (bersambung di komentar ??)

A post shared by Pusat Sains Antariksa LAPAN (@pussainsa_lapan) on May 1, 2020 at 11:14pm PDT

Ditegaskan lebih lanjut oleh Marufin, jika terbit diartikan muncul dari timur di pagi hari tepat saat matahari terbit, maka bintang Tsurayya sudah mulai muncul pada akhir Mei sampai Juni nanti.

"Namun, bintang Tsurayya yang terbit bersamaan dengan matahari (saat fajar) tidak akan terlihat karena langit sudah sangat terang," kata Marufin kepada Kompas.com, Minggu (3/5/2020).

Dengan kata lain, hingga Juni nanti kita tidak bisa melihat bintang Tsurayya dengan kasat mata.

Sebaliknya, jika terbit diartikan sebagai bisa dilihat mata manusia sebagai obyek di atas kaki langit timur, sebelum fajar terjadi, maka Bintang Tsurayya akan tampak mulai pertengahan Juni.

"Pada saat ini, Pleaides masih berada di langit barat, tepatnya di bawah Venus. Sehingga secara teknis akan bisa dilihat setelah terbenamnya Matahari, meski kedudukannya sangat rendah dan sulit untuk mengamati secara lansung. Pleiades akan berada di langit timur mulai pertengahan Juni mendatang, tatkala terbit lebih dulu ketimbang Matahari," terang Marufin.

Syarat melihat bintang Tsurayya dengan mata telanjang

Untuk diketahui, gugus bintang Pleiades terletak di dekat rasi bintang Taurus.

Gugus bintang yang berjarak 444 tahun cahaya dari Bumi ini terdiri dari sejumlah bintang. Tujuh bintang di antaranya dapat dilihat manusia dengan mata telanjang.

Dalam mitologi Yunani dan dikenal sampai saat ini, ketujuh bintang itu adalah Sterope, Merope, Electra, Maia, Taygeta, Celaeno, dan Alcyone. Ketujuh bintang itu juga dikenal sebagai bintang tujuh saudari atau seven sisters .

Bintang yang juga disebut sebagai Messier 45 (M 45) ini beserta bintang-bintang lain yang ada di dalam gugusannya tergolong sebagai bintang yang relatif muda dan masuk dalam kelas spektrum tipe B.

"Cenderung panas, cerlang, dan berwarna kebiruan. Bila kondisi tidak berawan, saat-saat seperti ini kita bisa mengarahkan pandangan ke arah timur saat jelang Matahari terbit, carilah rasi Taurus, dan temukan lintang Kartika (nama lain Pleiades) di dekat rasi Taurus," jelas Andi dalam keterangan resminya.

Baca juga: Fenomena Langit Mei 2020: Hujan Meteor hingga Matahari di Atas Kabah

Pleiadesmessier.seds.org/Ardiansyah Pleiades
Marufin mengatakan, syarat untuk melihat bintang Tsurayya adalah tidak dilihat di lingkungan perkotaan.

Pasalnya, lingkungan perkotaan yang penuh dengan cahaya akan menutup cahay bintang sehingga tidak dapat dilihat manusia.

"Umumnya orang-orang akan menyaksikan bintang Tsurayya sebagai kumpulan tujuh titik cahaya," kata Marufin.

Bintang Tsurayya ini pund apat difoto, asal syarat dan ketentuan di atas terpenuhi.

Untuk diketahui, bintang Tsurayya bukanlah fenomena bintang baru atau langka. Bintang ini selalu muncul setiap tahunnya dan dapat kita saksikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X