Pandemi Covid-19, Penanganan Pasien Demam Berdarah Masih Bisa Dilakukan

Kompas.com - 02/05/2020, 08:15 WIB
Suasana di salah satu ruangan bangsal anak khusus pasien terserang demam berdarah dengue (DBD) di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka,  NTT,Rabu (11/3/2020). Dinas Kesehatan NTT melaporkan hingga Rabu (11/3) siang, Jumlah kasus DBD di NTT sudah mencapai 3.109 kasus dengan jumlah korban yang meninggal mencapai 37 orang yang tersebar di 22 kabupaten/kota se-NTT dan jumlah tertinggi adalah kabupaten Sikka dengan jumlah kasus mencapai 1.216 kasus dengan korban meninggal 14 orang. ANTARA FOTO/KORNELIS KAHASuasana di salah satu ruangan bangsal anak khusus pasien terserang demam berdarah dengue (DBD) di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,Rabu (11/3/2020). Dinas Kesehatan NTT melaporkan hingga Rabu (11/3) siang, Jumlah kasus DBD di NTT sudah mencapai 3.109 kasus dengan jumlah korban yang meninggal mencapai 37 orang yang tersebar di 22 kabupaten/kota se-NTT dan jumlah tertinggi adalah kabupaten Sikka dengan jumlah kasus mencapai 1.216 kasus dengan korban meninggal 14 orang.


KOMPAS.com- Penanganan pasien terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) masih tetap bisa ditangani, meskipun pandemi virus corona di Indonesia masih belum usai.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan penerapan protokol pencegahan Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) nyatanya tidak membatasi layanan pengobatan untuk pasien DBD.

"Sampai saat ini masih bisa ditangani (pasien DBD), hanya perlu kewaspadaan kita bersama juga masyarakat, apalagi saat ini warga banyak di rumah," kata Nadia kepada Kompas.com, Jumat (30/4/2020).

Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kata Nadia, memang secara idealnya kalau pasien sakit harus segera ke fasyankes.

Baca juga: Ahli Minta Masyarakat Waspada DBD di Tengah Pandemi Corona

Akan tetapi, sebaiknya untuk melakukan akses melalui telemedicine terlebih dahulu sebelum langsung ke fasyankes.

"Saat ini kalau demam mungkin yang bisa akses telemedicine ya bisa ya," ujar dia.

Namun, jika sakit atau demam yang dialami sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut dengan gejala pendarahan bintik merah, maka segeralah untuk ke pusat kesehatan masyarakat terdekat dan ikuti anjuran yang disampaikan tenaga medis.

Pasien maupun Anda sebagai kerabat yang mengantarkan pasien juga tetap diminta untuk waspada dengan potensi infeksi penyakit lain termasuk Covid-19.

Baca juga: Pasien DBD Capai 49.941, Ini 5 Wilayah Indonesia dengan Kasus Terbanyak

Upayakan untuk melakukan imbauan pemerintah tentang penggunaan masker, rajin cuci tangan pakai air dan sabun, jaga jarak aman atau physical disatancing.

Nadia mengingatkan penyakit demam berdarah dengue sebenarnya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus bernama dengue.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X