Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suka Makan Pedas Saat Sahur dan Buka Puasa? Ini Efek dan Cara Meminimalisasinya

Kompas.com - 30/04/2020, 04:04 WIB
Ellyvon Pranita,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Orang Indonesia cenderung menyukai makan-makanan yang memiliki rasa pedas. Bahkan, tidak sedikit yang mengonsumsi makanan pedas saat berbuka atau sahur untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

Lantas, bolehkah mengonsumsi makanan pedas ketika sahur dan berbuka saat berpuasa?

Guru besar sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH mengatakan alangkah baiknya jangan untuk makan pedas ketika berbuka dan sahur.

"Baiknya jangan, nanti diare," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (27/4/2020).

Diare yang bisa terjadi akibat makan pedas ini bisa mengganggu aktivitas penderita selama berpuasa.

Baca juga: Makan Banyak saat Sahur Tak Bikin Lebih Kenyang, Ahli Jelaskan

 

Umumnya, diare akan menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi, meskipun pada orang-orang tertentu dengan konsumsi obat sudah bisa sembuh dan keluuhannya hanya ringan.

"Ya bisa (minum obat), tapi kalau diare itu bisa dehidrasi dan batal puasa (pengaruh dehidrasi dan butuh asupan air)," ujar dia.

Senada dengan Ari, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Pondok Indah di Puri Indah, dr Imelda Maria Loho SpPD, mengatakan makan pedas pada saat sahur dan buka puasa pada dasarnya diperbolehkan.

"Akan tetapi perlu diingat, sensitivitas setiap orang tehadap makanan pedas berbeda-beda," kata Imelda.

Baca juga: Puasa Bisa Mengaktifkan Autophagy, Ini Manfaat Bagi Kesehatan

Pada sebagian orang, terutama mereka yang saluran pencernaannya sensitif, maka dapat menimbulkan efek dari makanan pedas terhadap pencernaan. Berikut beberapa keluhan yang bisa terjadi.

  • Tidak nyaman di perut, seperti di ulu hati
  • Menimbulkan keluhan dada terasa panas
  • Sering sendawa
  • Nyeri dada
  • Mulut terasa asam

Menurut dia, efek ini akan semakin terasa seiring dengan tingkat rasa pedas yang semakin tinggi.

Hal ini disebabkan oleh kandungan capsaicin dalam makanan pedas yang merangsang saraf sensorik di saluran cerna.

Kandungan capsaicin ini yang kemudian, akan merangsang pelepasan zat-zat yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan meningkatkan kontraksi usus.

"Oleh karena itu, beberapa setelah makan makanan pedas, dapat timbul sensasi mulas atau bahkan diare karena usus kita berkontraksi lebih kuat," ujar dia.

Baca juga: Dokter Ungkap Cara Sahur yang Benar dan Manfaatnya Saat Pandemi Corona

Munculnya rasa mulas atau diare, dapat membuat puasa menjadi tidak nyaman dan berisiko menimbulkan kehidrasi ketika berpuasa.

Imelda menyarankan untuk meminimalkan efek ini, sebaiknya makan pedas disertai dengan minum air dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi.

Anda yang memiliki saluran cerna sensitif, sebaiknya mengurangi derajat atau level kepedasan makanan. Agar risiko yang ditimbulkan dari makan pedas saat sahur dan buka puasa akan semakin kecil.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com