Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/04/2020, 16:32 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengonfirmasi enam gejala Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2.

Salah satu kesulitan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 adalah gejala yang tidak jelas dan beragam yang ditunjukkan oleh pasien terinfeksi.

Dengan masa inkubasi sekitar lima hari, orang yang terinfeksi virus corona bisa menularkan penyakit ke orang lain, jauh sebelum mereka menyadari terinfeksi dan menunjukkan gejala.

Kondisi kesehatan orang yang terinfeksi corona bisa berbeda satu dengan yang lain. Bisa saja pasien positif Covid-19 mengalami pneumonia atau peradangan paru-paru akut, sementara yang lain tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Hal inilah yang membuat identifikasi virus corona sangat sulit.

Baca juga: Lebih dari 2.200 Orang dengan Gejala Corona Meninggal, Apa yang Terjadi?

Sebelumnya disebutkan gejala utama Covid-19 adalah demam, batuk, dan sesak napas.

Ketika pandemi terus berlangsung, gejala-gejala baru dari pasien terinfeksi bermunculan. Hal inilah yang membuat CDC menambahkan enam gejala baru untuk Covid-19.

Enam gejala baru itu meliputi:

  • Panas dingin
  • Badan gemetar berulang kali disertai menggigil
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa

Dilansir IFL Science, Senin (27/4/2020), enam gejala baru itu merupakan indikator penting dalam pemeriksaan Covid-19, selain tiga gejala lain (demam, batuk, dan sesak napas) yang sudah dikenal sebelumnya.

Gejala lain yang telah dikaitkan dengan penyakit ini termasuk diare, ruam pada kulit dan kelelahan, serta gejala yang biasa dialami selama musim demam seperti pilek dan mata merah, sehingga sulit untuk membedakan antara keduanya.

Beberapa orang yang terinfeksi Covid-19 mungkin tanpa gejala, tapi mereka tetap dapat menularkan penyakit tersebut kepada orang lain.

 

Mario Ramirez, mantan direktur pelaksana Office of Pandemics and Emerging Threats di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama berkata kepada The Washington Post, frekuensi gejala pada penyakit baru dapat berubah seiring waktu. Ini sama seperti penyakit musiman seperti influenza.

"Saya yakin, enam gejala yang baru saja ditetapkan CDC sesuai dengan Covid-19," kata Ramirez dilansir The Washington Post, Selasa (28/4/2020).

Ramirez yang juga seorang dokter UGD meyakini bahwa enam gejala itu memang sesuai dengan Covid-19 mengingat lonjakan jumlah pasien yang dirawat karena Covid-19 di AS.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Baca juga: Benarkah Pandemi Corona di Indonesia Sudah Mencapai Puncak Saat Ini?

Upaya pencegahan

Melakukan physical distancing atau jaga jarak fisik selama pandemi menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran.

Pasalnya, pembawa penyakit yang tanpa gejala atau hanya memiliki gejala ringan biasanya tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi virus corona dan dapat menularkannya ke orang lain.

Untuk saat ini, tetap berada di rumah adalah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com