Penemuan yang Mengubah Dunia: Karantina, Dilakukan sejak Abad Ke-14 untuk Cegah Pandemi

Kompas.com - 20/04/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi karantina, SHUTTERSTOCKIlustrasi karantina,

KOMPAS.com – Karantina disebut sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran penyakit Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona jenis SARS-CoV-2.

Karantina, baik wilayah maupun self quarantine yang dilakukan perorangan, telah dilakukan sejak lama. Dalam beberapa kasus, karantina dilakukan untuk mencegah penularan penyakit.

Praktik karantina seperti ini diketahui sudah ada sejak abad ke-14. Mengutip Science Alert, konsep karantina pertama kali diperkenalkan di Eropa.

Baca juga: Langkah 14 Hari Karantina Virus Corona Sudah Tepat, Ini Penjelasannya

Wabah yang dikenal sebagai Black Death (1347) menewaskan sangat banyak orang di seluruh dunia. Dalam kurun waktu empat tahun saja, sekitar 40-50 juta orang meninggal di Eropa dan diperkirakan 75-200 juta orang meninggal di seluruh dunia.

Hingga akhirnya pada 1377, kota pesisir Ragusa (kini menjadi Dubrovnik, Kroasia) memberlakukan konsep trentina.

Trentina berasal dari bahasa Italia, yaitu trenta yang berarti 30. Pemerintah setempat meminta kapal-kapal yang bersandar di Kota Ragusa untuk tetap berada di dekat pelabuhan, tetapi tidak bersandar. Praktik ini dilakukan selama 30 hari.

Baca juga: Bagaimana 5 Pandemi Terburuk Dunia Berakhir? Sejarah Mencatat

Para awak kapal yang berada dalam kondisi sehat usai trentina akan diperbolehkan masuk ke dalam pelabuhan.

Dari 30 hari, pemerintah setempat memperpanjang waktu karantina menjadi 40 hari. Oleh karena itu, istilahnya berubah menjadi quaranta, yang berarti 40.

Konsep karantina pertama dilakukan di Kota Ragusa. Seiring berjalannya waktu, terdapat banyak variasi karantina. Bahkan karantina disalahgunakan untuk alasan politis dan ekonomi, yang mendesak organisasi internasional untuk membuat standardisasi karantina.

Berlanjut di Amerika

Dari Kota Ragusa, praktik karantina berlanjut di Amerika Serikat. Pada awal thun 1793, penyakit yellow fever mewabah di Philadelphia. Beberapa wabah lain menyusul, termasuk kolera. Hingga akhirnya pada 1892, Pemerintah AS menetapkan kebijakan karantina.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X