Manusia Purba Simpan Bola-bola Misterius Sejak 2 Juta Tahun Lalu, Apa Fungsinya?

Kompas.com - 17/04/2020, 20:30 WIB
Peneliti melakukan percobaan menggunakan replika batu untuk menghancurkan tulang. sciencealertPeneliti melakukan percobaan menggunakan replika batu untuk menghancurkan tulang.

KOMPAS.com - Situs arkeologi di belahan bumi utara masih menyisakan misteri. Pasalnya di tempat-tempat tersebut, sering ditemukan bola-bola yang terbuat dari batu. Beberapa di antaranya bahkan berumur 2 juta tahun.

Belum ada yang tahu apa kegunaannya, namun tanda-tanda menunjukkan bola-bola misterius itu sengaja dibuat.

Setelah sekian lama sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin arkeolog Ella Assaf dari Universitas Tel-Aviv, Israel berhasil mengungkap fungsi bola-bola tersebut.

Baca juga: Manusia Purba Buat Lingkaran dari Tulang Mammoth, Apa Fungsinya?

Seperti dikutip dari Science Alert, Jumat (17/4/2020) bola-bola itu menurut peneliti digunakan oleh nenek moyang kita untuk menghancurkan tulang sehingga mereka bisa mengambil sumsum yang bergizi di dalam tulang tersebut.

Peneliti mendapatkan kesimpulan itu berdasarkan pemeriksaan terhadap sepuluh batu yang ditemukan di Gua Qesem, sebuah situs Paleolitik Bawah yang dihuni oleh manusia purba antara 400.000 dan 200.000 tahun yang lalu.

Dari hasil analisis, peneliti menemukan residu dari sumsum tulang di bola-bola batu. Para peneliti juga membuat replika batu untuk validasi hipotesis bahwa benda tersebut memang digunakan untuk menghancurkan tulang dan mengekstraksi sumsum tulang.

"Hasil percobaan kami menunjukkan morfologi dan karakteristik replika bola batu bentunya sangat cocok untuk ekstraksi sumsum tulang. Jadi kita sudah mengetahui alasan penggunaan dan mengapa bola-bola ini ada di Gua Qesem," papar Ella Assaf.

Baca juga: Dikira Telur, Kadal Khas Australia Telan Enam Bola Golf

Sumsum tulang punya peran penting sebagai sumber nutrisi para hominin. Saking pentingya mereka akan menyimpannya hingga berminggu-minggu.

Kini kita tak hanya tahu bagaimana berharganya bahan makanan tersebut. Studi mengenai bola-bola batu misterius itu akhirnya juga membuktikan jika manusia purba cukup pintar dalam menggunakan peralatan untuk mendapatkan sumber makanan.

Penelitian ini telah dipublikasikan di PLOS One.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Fenomena
Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X