Masker Kain Hanya untuk 4 Jam, Begini Cara Benar Melepasnya

Kompas.com - 15/04/2020, 18:03 WIB
Masker kain SHUTTERSTOCKMasker kain

KOMPAS.com - Pemerintah telah mengimbau semua anggota masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, meski sedang dalam keadaan sehat sekalipun.

Masker kain bisa digunakan oleh masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan, penggunaan masker kain tersebut efektif digunakan selama empat jam.

"Masker kain bagi orang yang sehat maksimal dipakai tiga sampai empat jam, setelah itu harus diganti," kata Wiku melalui siaran daring akun YouTube resmi BNPB, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Panduan Lengkap Masker Kain, Bedah dan N95 untuk Cegah Corona

Kendati tidak memiliki gejala, bukan berarti tidak ada kemungkinan Anda terinfeksi virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19. Sebab, saat ini sudah banyak orang tanpa gejala (OTG) yang memilki virus di tubuhnya, tetapi tidak menunjukkan ada tanda-tanda penyakit.

"Kita memakai masker untuk melindungi orang lain. Siapa tahu kita terinfeksi Covid-19, tapi tidak memiliki gejala. Jadi pakai masker supaya orang lain tidak tertular," tutur Wiku.

Bagi Anda yang saat ini sedang mengalami berbagai gejala penyakit, meskipun belum tentu terinfeksi virus corona, Anda juga diwajibkan memakai masker.

Baca juga: Apakah Masker Kain Buatan Sendiri Bisa Mencegah Infeksi Corona?

Jika tidak memiliki masker medis, masker kain juga bisa dijadikan alternatif agar tidak menyebarkan droplet kepada orang lain di sekitar Anda.

"Bagi orang yang belum memakai masker saat berada di luar rumah, kita dapat mengajak mereka atau bahkan memberikan masker bersih," ujar dia.

Petugas membagikan masker kain untuk warga.Dok. Humas Pemprov NTB Petugas membagikan masker kain untuk warga.

Masker sempat menjadi barang langka di pasaran setelah pemerintah mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama. Meski saat ini masker telah dapat kembali diperoleh dengan mudah, Wiku mengatakan, benda itu dapat dibuat sendiri di rumah masing-masing.

Syarat minimal masker kain yang direkomendasikan Wiku adalah berbahan katun, menggunakan tiga lapis kain, kemudian disesuaikan dengan bentuk wajah.

Cara melepaskan masker

Bagian luar masker akan berhadapan dengan berbagai kuman dan bakteri yang tidak kasatmata. Oleh sebab itu, para tenaga medis selalu mengingatkan pakailah masker dengan baik dan benar, utamanya adalah menutup mulut dan hidung.

"Yang penting adalah menutup dagu, mulut, sampai pipi," ujar Wiku.

Berikut antisipasi cara melepaskan masker yang baik agar terhindar dari potensi infeksi virus corona.

1. Lepaskan pengait masker di telinga kanan dengan tangan kanan.

2. Melepaskan pengait masker di telinga kiri dengan tangan kiri.

3. Masukkan masker itu ke dalam kantung plastik.

4. Cuci tangan dengan air dan sabun, atau pakai hand sanitizer. Jangan mencoba memegang area wajah, terutama mulut, hidung, atau mata, sebelum Anda mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.

5. Dicuci kemudian dikeringkan, setelah itu dapat dipakai kembali.

Bagi Anda yang masih harus beraktivitas di luar rumah, Wiku mengajak agar masyarakat saling mengingatkan mengenai pentingnya penggunaan masker.

Ajakan itu berlaku baik bagi orang yang sehat maupun bagi orang yang kurang sehat atau memiliki gejala Covid-19.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dolar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dolar, Kok Bisa?

Fenomena
WHO: Jumlah Kasus Covid-19 Pada Orang Muda Meningkat Tajam

WHO: Jumlah Kasus Covid-19 Pada Orang Muda Meningkat Tajam

Oh Begitu
NASA Juno Ungkap Hujan Es Kaya Amonia, Petunjuk Baru Cuaca Planet Jupiter

NASA Juno Ungkap Hujan Es Kaya Amonia, Petunjuk Baru Cuaca Planet Jupiter

Fenomena
AI Disebut Revolusi dalam Kajian Luar Angkasa, Kok Bisa?

AI Disebut Revolusi dalam Kajian Luar Angkasa, Kok Bisa?

Oh Begitu
Kekuatan Kotoran, Ungkap Keberadaan Koloni Penguin Kaisar yang Tersembunyi

Kekuatan Kotoran, Ungkap Keberadaan Koloni Penguin Kaisar yang Tersembunyi

Fenomena
Ilmuwan Temukan Bukti Bagian dari Sistem Kekebalan dapat Memperparah Covid-19

Ilmuwan Temukan Bukti Bagian dari Sistem Kekebalan dapat Memperparah Covid-19

Fenomena
Susah Cari Pasangan, Anglerfish Rela Bucin Seumur Hidup

Susah Cari Pasangan, Anglerfish Rela Bucin Seumur Hidup

Oh Begitu
BMKG: Sejumlah Wilayah Masih Harus Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Besok

BMKG: Sejumlah Wilayah Masih Harus Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Besok

Kita
Benarkah WHO Tak Sarankan Masker Universal Cegah Covid-19? Ini Penjelasannya

Benarkah WHO Tak Sarankan Masker Universal Cegah Covid-19? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Ledakan di Lebanon, Seberapa Besar Energinya Dibandingkan Bom Nuklir?

Ledakan di Lebanon, Seberapa Besar Energinya Dibandingkan Bom Nuklir?

Oh Begitu
Apa Itu Gonore, Infeksi Menular Seksual Pilek pada Alat Kelamin?

Apa Itu Gonore, Infeksi Menular Seksual Pilek pada Alat Kelamin?

Kita
Kekurangan Vitamin D, Anak Berisiko Asma hingga Dermatitis Atopik, Kok Bisa?

Kekurangan Vitamin D, Anak Berisiko Asma hingga Dermatitis Atopik, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ledakan Lebanon, Apa Itu Amonium Nitrat dan Kenapa Sangat Berbahaya?

Ledakan Lebanon, Apa Itu Amonium Nitrat dan Kenapa Sangat Berbahaya?

Oh Begitu
Hoaks Covid-19 dan Infodemik, Tantangan Ilmuwan Indonesia Sikapi Konstruksi Anti-Sains

Hoaks Covid-19 dan Infodemik, Tantangan Ilmuwan Indonesia Sikapi Konstruksi Anti-Sains

Fenomena
Astronot NASA Ungkap Pengalamannya Tunggangi Crew Dragon SpaceX

Astronot NASA Ungkap Pengalamannya Tunggangi Crew Dragon SpaceX

Oh Begitu
komentar
Close Ads X