Kompas.com - 15/04/2020, 13:02 WIB
Ilustrasi vaksin ShutterstockIlustrasi vaksin

KOMPAS.com - Riset vaksin lawas, yang ditemukan beberapa dekade silam, sebagai upaya memproteksi diri terhadap infeksi virus SARS-CoV-2 kedengarannya aneh. Pasalnya, vaksin biasanya didesain untuk menarget satu penyakit secara spesifik.

Akan tetapi ada logika lain: vaksin dibuat dengan menggunakan strain hidup bakteri atau virus, dengan tujuan utama membangkitkan sistem pertahanan tubuh. Sebuah cara generalisasi untuk menjaga tubuh dari serangan patogen.

Buku sejarah medis juga menunjukkan, kadang vaksin berfungsi memberikan perlindungan secara silang dengan melawan patogen yang sama sekali berbeda.

Memang, sejauh ini belum ada bukti bahwa pendekatan medis ini akan mampu mendongkrak sistem kekebalan tubuh, sehingga mampu melawan virus corona jenis baru.

Akan tetapi, menimbang penelitian dan pengembangan vaksin baru yang akan memakan waktu 12 hingga 18 bulan, sejumlah ilmuwan menyebutkan, kini saatnya untuk mencoba pendekatan ini guna mempercepat tes.

Baca juga: Update Vaksin Corona dari WHO, 70 Kandidat dan 3 Uji Coba pada Manusia

Uji coba vaksin BCG

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para ilmuwan di garis depan membidik vaksin tuberkulosis alias TBC.

"Ini masih tahapan hipotesis. Tapi berfungsi. Itu bisa jadi alat bantu penting untuk menjembatani periode berbahaya, sampai kita memiliki vaksin spesifik yang efektif," ujar Dr. Mihai Netea dari Radboud University Medical Center di Belanda.

Sejauh ini sudah lebih 1.500 petugas bantuan kesehatan Belanda mengikuti uji coba yang dilakukan tim medis yang dipimpin Dr. Netea.

Riset memanfaatkan vaksin TBC yang dikenal dengan nama BCG, yang dibuat dari turunan bakteri TBC hidup yang dilemahkan.

BCG biasanya diberikan kepada bayi di negara berkembang, dan hanya memberikan proteksi parsial terhadap TBC.

Namun riset observasi menunjukkan, saat memasuki masa kanak-kanak, mereka yang mendapat imunisasi, sistem kekebalan tubuhnya berkembang lebih bagus secara keseluruhan, termasuk melawan virus saluran pernafasan.

Ilustrasi vaksinasi anak-anak.SHUTTERSTOCK Ilustrasi vaksinasi anak-anak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads X