Kompas.com - 13/04/2020, 12:03 WIB
Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSeorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

KOMPAS.com - Dalam perang melawan wabah virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab penyakit Covid-19, tenaga medis adalah garda terdepan yang sangat strategis. Namun, tidak sedikit yang justru ikut terinfeksi dan berujung kematian.

Hingga Minggu (12/4/2020) data tenaga medis di Jakarta yang terinfeksi Covid-19 berjumlah 176 orang.

Sementara itu, data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dokter dan perawat yang meninggal dunia sebanyak 44 orang.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana tenaga medis bisa tertular Covid-19?

Baca juga: Pekerja di Rumah Sakit Rentan Terinfeksi Corona, Ahli Sarankan Ini

Mengenai hal ini, Perwakilan Solidaritas Berantas Covid-19, Prof. Akmal Taher mengatakan bahwa penularan memang rentan terjadi di kalangan dokter dan perawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyebutkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa salah satu sumber penularan Covid-19 di kalangan dokter adalah di ruang ganti baju Rumah Sakit.

"Salah satu sumber penularan (Covid-19) itu ada di kamar ganti baju. Cara ganti baju itu, harus sedetail itu diperhatikan, tapi tampaknya tidak terlalu dilakukan," kata Akmal dalam diskusi daring bertajuk Hari Kesehatan Dunia 2020: Aksi Nyata Masyarakat Sipil di Masa Pandemi, Kamis (9/4/2020).

Hal ini menunjukkan, risiko tinggi terinfeksi SARS-CoV-2 tidak hanya karena kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Namun juga pada hal yang tidak terpikirkan sebelumnya, yakni soal ganti baju.

Pasalnya, risiko paparan virus SARS-CoV-2 yang ada di sekitar ruang ganti sangat mungkin terjadi. Apalagi para tenaga medis yang langsung berhadapan dengan pasien Covid-19.

Menurut Akmal, tenaga medis juga sudah mengetahui bagaimana mekanisme yang baik dalam situasi tersebut. Juga sudah ada protokol yang baik dalam berhati-hati terhadap risiko selama menjalankan pekerjaannya melawan wabah ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.