72 Tahun Terbentuk, Pertama Kalinya WHO Hadapi Pandemi seperti Corona

Kompas.com - 10/04/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

KOMPAS.com - World Health Organization (WHO) akui pandemi global Covid-19 menjadi situasi yang tidak pernah dialami selama kurun waktu 72 tahun organisasi kesehatan itu dibentuk.

Hal itu disampaikan oleh Senior Advisor on Gender and Youth untuk WHO DG, Diah Saminarsih, Kamis (9/4/2020).

Melalui diskusi daring bertajuk "Hari Kesehatan Dunia 2020: Aksi Nyata Masyarakat Sipil di Masa Pandemi", Diah mengatakan bahwa keadaan global akibat wabah seperti situasi saat ini memang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Kasus Corona di Indonesia Bertambah, Sudah Mencapai Puncak Pandemi?

Untuk diketahui, per 10 April 2020 di seluruh dunia tercatat ada 1.600.984 kasus Covid-19, dengan jumlah kematian sebanyak 95.604 dan yang telah sembuh sebanyak 355.671.

"Dalam kurun waktu 72 tahun WHO dibentuk, belum pernah terjadi pandemi seperti ini. Ini membuat banyak negara kalang kabut sikapnya," kata Diah.

Tidak sedikit negara yang mencoba melihat apa yang telah dilakukan oleh negara lain sebagai pembelajaran untuk membuat kebijakan dan strategi terbaik dalam mengatasi pandemi ini.

Baca juga: Datangkan Alat Deteksi, Puncak Wabah Corona di Indonesia Bisa Lebih Cepat

Setidaknya, negara China dan negara-negara di Eropa seringkali menjadi acuan dan pembelajaran kebijakan negara lain.

Disebutkan oleh Diah, China menjadi negara pertama di mana wabah ini melanda sekaligus menjadi negara yang berhasil menekan penularan serta angka kematian akibat Covid-19 dengan menerapkan lockdown.

Tidak hanya lockdown atau karantina total pada wilayah terinfeksi, China juga mempersiapkan dengan baik apa yang penting dilakukan dalam situasi karantina tersebut.

Baca juga: Dampak Baru Covid-19: Meningkatnya Angka KDRT di Berbagai Negara

Eropa disebutkan merupakan episenter dari pandemi Covid-19 saat ini (April 2020), setelah Amerika Serikat. Tidak sedikit negara di Eropa, contohnya Italia, yang pada awal pandemi menganggap Covid-19 hanyalah penyakit ringan yang tidak akan begitu berdampak di negara mereka pada awalnya.

Oleh sebab itulah, negara Italia saat ini menjadi negara yang jumlah kematiannya tertinggi di dunia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X