Glenn Fredly Meninggal Akibat Meningitis, Dokter Ingatkan Pentingnya Jaga Daya Tahan Tubuh

Kompas.com - 09/04/2020, 16:30 WIB
Ilustrasi monsitjIlustrasi


KOMPAS.com – Salah satu faktor yang mempengaruhi parah atau tidaknya penyakit Covid-19 adalah daya tahan tubuh. Selain itu, faktor lain yang juga berpengaruh yaitu ada atau tidaknya penyakit penyerta.

Hal yang sama berlaku untuk meningitis atau radang selaput otak, penyakit yang merenggut nyawa penyanyi Glenn Fredly.

Hal itu diungkapkan oleh Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr Rubiana Nurhayati, Sp.S.

Baca juga: 5 Jenis Meningitis, Penyakit yang Diderita Glenn Fredly

“Meningitis ini disebabkan oleh banyak faktor. Ada infeksi bakteri, virus, jamur, TBC, cidera. Meningitis pada setiap orang berbeda-beda, dan tingkat keparahannya tergantung dari kuat atau tidaknya daya tahan tubuh seseorang,” tutur Rubiana kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Ia menjelaskan, meningitis terjadi apabila blood brain barrier pada otak seseorang tidak cukup kuat akibat daya tahan tubuh yang rendah, atau akibat cidera.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Meningitis, Penyakit yang Diderita Glenn Fredly

“Kita punya blood brain barrier yang sangat kuat, tidak mudah untuk ditembus oleh bakteri atau kuman. Tapi pada orang-orang tertentu yang daya tahan tubuhnya rendah, hal itu bisa terjadi,” tambah ia.

Selain daya tahan tubuh, keganasan virus atau bakteri yang menyerang selaput otak juga berpengaruh terhadap tingkat keparahan meningitis.

“Juga dipengaruhi ada atau tidaknya penyakit bawaan, seperti TBC atau kanker,” tambah ia.

Bisa ditularkan oleh droplet

Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf di Primaya Hospital Bekasi Timur (nama baru RS Awal Bros) dr Yusi Amalia Sp.S mengatakan, berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak, meningitis dibagi menjadi 2 golongan.

“Pertama adalah meningitis serosa. Ini ditandai jumlah protein dan sel yang meningkat disertai cairan serebrospinal yang jernih. Penyebab paling sering adalah kuman TBC dan virus,” tutur Yusi kepada Kompas.com.

Golongan kedua adalah meningitis purulenta atau meningitis bakteri yang bersifat akut. Meningitis purulenta yang paling sering terjadi adalah meningitis meningococcus.

Baca juga: Glenn Fredly Berpulang karena Meningitis, Bagaimana Penularannya?

“Penularan dapat terjadi secara kontak langsung dengan penderita, atau droplet infection yaitu terkena percikan ludah, dahak, ingus, cairan bersin dan cairan tenggorok penderita,” tambahnya.

Yusi menjelaskan bahwa saluran napas merupakan jalan masuk utama pada penularan penyakit jenis ini. Bakteri disebarkan pada orang lain melalui pertukaran udara dari pernapasan, dan sekresi tenggorokan yang masuk secara hematogen (aliran darah) ke dalam cairan serebrospinal dan memperbanyak diri di dalamnya.

“Sehingga menimbulkan peradangan pada selaput otak dan otak secara keseluruhan,” tambah ia.

 


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X