Tanpa Lockdown, Apa Rahasia Korea Selatan Sukses Tangani Corona?

Kompas.com - 06/04/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi virus corona Korea Selatan ShutterstockIlustrasi virus corona Korea Selatan

KOMPAS.com - Ketika berbicara mengenai negara-negara yang berhasil menangani wabah virus corona atau Covid-19, Korea Selatan tak akan pernah ketinggalan. Pasalnya, negara ini berhasil melandaikan kurva kasus baru virus corona, meskipun sempat mengalami wabah besar di Daegu.

Bahkan, untuk kali pertama sejak puncak wabah Covid-19 pada akhir Februari, Korea Selatan hanya melaporkan 47 kasus baru. Negara ini juga mencatatkan tidak adanya kematian akibat virus corona pada masyarakat berusia di bawah 29 tahun.

Dalam webinar yang diadakan oleh School of Government & Public Policy Indonesia, Senin (6/4/2020); Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang-Beom, memaparkan rahasia Korea Selatan dalam menangani wabah virus corona tanpa melakukan lockdown maupun pembatasan transportasi, bahkan di kota Daegu sekalipun.

Dia berkata bahwa poin utama cara kerja pemerintah Korea Selatan dalam melawan Covid-19 bisa disingkat menjadi TRUST, yakni transparency (transparansi), robust screening and quarantine (skrining dan karantina yang kuat), universally applicable testing (tes yang universal), strict control (kontrol yang ketat) dan treatment (perawatan).

Baca juga: Mengapa AS Memiliki Kasus Corona Terbanyak, Melebihi China?

Dalam penanganan Covid-19, pemerintah Korea Selatan juga membentuk gugus tugas seperti Indonesia. Gugus tugas ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri dan melibatkan seluruh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

Lewat kerja sama yang terpusat ini, pemerintah Korea Selatan bisa dengan sigap mengalokasikan sumber daya sesuai kebutuhan. Apabila ada satu provinsi yang kekurangan tempat tidur atau petugas medis, koordinasi bisa dilakukan untuk menyediakan tempat tidur di rumah sakit provinsi sekitar dan mengirim petugas medis dari provinsi lain.

"Ini semacam gotong royong," kata Kim.

4 Strategi

Nah, terkait pendekatan yang kemudian diterapkan untuk menangkal virus corona. Kim berkata bahwa semuanya bisa diringkas menjadi empat strategi berikut:

1. Pengetesan yang agresif

"Inilah inti dari pertarungan kami. Kami (Korea Selatan) bisa mengetes hingga 20.000 kasus per hari. Pada akhir Maret, kami telah melakukan 466.000 tes," ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X