Studi: Masker dari Kain Batik Tawarkan Proteksi Tinggi Cegah Corona

Kompas.com - 06/04/2020, 13:26 WIB
Masker batik digunakan anggota Tim Penggerak PKK Desa/Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINMasker batik digunakan anggota Tim Penggerak PKK Desa/Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020).

KOMPAS.com – World Health Organization (WHO) kini memberikan rekomendasi masyarakat untuk mengenakan masker saat keluar rumah selama pandemi Covid-19.

Masker kain yang dibuat sendiri adalah salah satu opsi, meski proteksinya tidak sebaik masker medis atau masker bedah.

Namun, tak sembarang kain bisa dijahit dan dijadikan masker. Masker kain memang bisa mencegah penyebaran virus yang keluar dari tubuh kita. Namun, untuk memblokir akses virus dari luar menuju badan kita, hal itu tergantung kualitas dan kebersihan kain yang dijadikan masker.

Baca juga: Panduan Lengkap Masker Kain, Bedah dan N95 untuk Cegah Corona

Mengutip New York Times, Senin (6/4/2020), para ilmuwan di Amerika Serikat telah melakukan penelitian terhadap jenis kain yang cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sarung bantal dan kain yang sejenis dengan flanel memiliki skor terbaik untuk menyaring partikel. Sementara itu, penyaring kopi memiliki skor medium. Bandana dan scarf memiliki skor terendah, namun tetap bisa menyaring partikel.

Salah satu studi dilakukan oleh Yang Wang, asisten profesor Teknik Lingkungan di Missouri University of Science and Technology. Bersama para alumni Teknik Lingkungan, ia melakukan studi terhadap beberapa jenis kain.

Baca juga: Apakah Masker Kain Buatan Sendiri Bisa Mencegah Infeksi Corona?

“Anda butuh sesuatu yang efisien dalam menghalau partikel, tapi tidak menyulitkan untuk bernapas,” tuturnya.

Hasilnya, ada dua desain terbaik yang terbuat dari kain berkualitas tinggi. Pertama, masker dari dua lapis kain batik tebal. Kedua, masker yang terbuat dari dua lapis katun dengan satu lapis kain flanel di tengahnya.

Proses penelitian

Untuk mengetes jenis kain ini, para ilmuwan menggunakan metode yang sama untuk mengetes masker medis. Masker medis terbaik hingga saat ini adalah N95, yang bisa menyaring hingga 95 persen partikel di udara dengan ukuran sampai 0,3 mikron.

Sebagai perbandingan, masker bedah yang dijual bebas memiliki tingkat filtrasi dari 60-80 persen.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X