Studi Buktikan, 1 dari 4 Orang Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

Kompas.com - 05/04/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum ShutterstockIlustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum

KOMPAS.com – Saat ini setidaknya sepertiga wilayah dunia sedang mengalami lockdown karena pandemi Covid-19, yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Sesuai arahan World Health Organization (WHO), pemerintah berbagai negara menghimbau warganya untuk melakukan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Namun, pada kenyataannya masih banyak warga yang belum paham akan pentingnya physical distancing. Sebab virus corona tak hanya menular dari mereka yang memiliki gejala (simptomatik), tapi juga mereka yang tidak memiliki gejala (asimptomatik).

“Ada jumlah transmisi yang signifikan dari orang-orang yang tidak memiliki gejala Covid-19,” tutur ahli epidemiologi dari Columbia University, Stephen Morse.

Baca juga: WHO Ubah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Maksudnya?

Dikutip dari Business Insider, Minggu (5/4/2020), hal itu juga dikatakan oleh Robert Redfield selaku direktur dari Centers of Disease Control and Prevention (CDC).

Redfield menyebutkan bahwa sedikitnya 25 persen orang yang terinfeksi Covid-19 tidak memiliki gejala sama sekali, alias asimptomatik. Namun, tetap bisa menularkan virus corona kepada orang lain.

Pasien Covid-19 yang asimptomatik ini, tutur Redfield, merupakan kontributor penyebaran virus yang tidak main-main jumlahnya. Sekadar info, jumlah penderita Covid-19 di seluruh dunia saat ini sudah lebih dari 1 juta orang.

“Kita tidak tahu jumlah yang tidak teridentifikasi di luar itu,” tutur Morse.

Transmisi simptomatik dan asimptomatik

Kasus pertama penularan virus corona dari pasien asimptomatik adalah pada Februari lalu. Seorang warga Wuhan berusia 20 tahun menularkan Covid-19 pada keluarganya, namun ia tidak merasa sakit sama sekali.

World Health Organization kemudian melacak penyebaran virus corona di China. Hasilnya, mayoritas orang yang asimptomatik pada saat diagnosa, baru menunjukkan gejala beberapa saat kemudian.

Baca juga: Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Diagnosis Positif Corona

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X