Panduan Cegah Corona, Pedoman Gunakan Disinfeksi dan Bukan untuk Tubuh

Kompas.com - 05/04/2020, 11:03 WIB
Petugas BPBD DIY saat melakukan penyemprotan disinfektan di Malioboro, Yogyakarta KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPetugas BPBD DIY saat melakukan penyemprotan disinfektan di Malioboro, Yogyakarta

KOMPAS.com - Dalam upaya mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 atau Covid-19, masyarakat ramai melakukan penyemprotan disinfektan di banyak tempat.

Selain menyemprotkan disinfeksi ke permukaan benda padat, banyak juga yang membuat bilik disinfeksi untuk tubuh manusia.

Banyak perdebatan di masyarakat terkait bahaya bilik disinfeksi yang menyemprotkan disinfeksi ke tubuh, pakaian, dan barang-barang yang dibawa manusia sekaligus.

Apa sebenarnya fungsi disinfektan?

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Pemutih Baju sebagai Disinfektan

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr Kirana Pritasari, MQIH mengatakan bahwa pada dasarnya disinfektan adalah proses menghilangkan sebagain besar atau mikroorganisme patogen kecuali spora bakteri.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, disinfektan tidak menghilangkan patogen jenis spora bakteri yang terdapat di permukaan benda mati non-biologis seperti pakaian, lantai, dan dinding.

"Disinfeksi dilakukan terhadap permukaan lantai, dinding, peralatan, dan lain-lain. (Juga) ruangan, pakaian, dan Alat Pelindung Diri (APD)," kata Kirana.

Umumnya disinfektan diisi olah bahan kimia penghilang mikroorganisme patogen, yang digunakan untuk mendisinfeksi ruangan dan permukaan, seperti lantai, perabot, peralatan kerja, pegangan tangga atau eskalator, moda transportasi, dan lain-lain.

Petugas bandara melakukan penyemprotan desinfektan pada masker-masker yang diimpor oleh Gojek yang baru tiba di Bandara Soekarno Hatta. 


 Dok. Gojek Petugas bandara melakukan penyemprotan desinfektan pada masker-masker yang diimpor oleh Gojek yang baru tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Baca juga: Cegah Corona: WHO Tak Sarankan Semprot Disinfektan, Ini Solusi LIPI

Berdasarkan berbagai pertimbangan, berikut beberapa rekomendasi dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat kepada seluruh pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota:

1. Tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman. Dilarang menyemprotkan disinfeksi ke tubuh manusia.

2. Solusi aman untuk pencegahan penularan virus SARS-CoV-2 saat ini sebagai berikut:

  1. Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun dan air mengalir dengan rutin atau gunakan hand sanitizer.
  2. Membersihkan dan melakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda-benda yang sering disentuh, misalnya: perabot, peralatan kerja, ruangan, pegangan tangga atau eskalator, moda transportasi, dan lain-lain,.
  3. Jika harus keluar rumah, hindari kerumunan, jaga jarak dan menggunakan masker.
  4. Membuka jendela untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Jika menggunakan kipas angin atau AC, perlu dilakukan pemeliharaan secara rutin.
  5. Segera mandi dan mengganti pakaian setelah bepergian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X