Kompas.com - 04/04/2020, 19:03 WIB
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengikuti rapat gugus tugas percepatan penanganan virus COVID-19 yang digelar Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (2/4/2020). Muda Mahendrawan menyatakan Ia menggelar rapat penanganan virus COVID-19 di halaman kantor tersebut sambil berjemur di bawah sinar matahari pagi guna meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi virus corona. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSASejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengikuti rapat gugus tugas percepatan penanganan virus COVID-19 yang digelar Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (2/4/2020). Muda Mahendrawan menyatakan Ia menggelar rapat penanganan virus COVID-19 di halaman kantor tersebut sambil berjemur di bawah sinar matahari pagi guna meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi virus corona.


KOMPAS.com- Sejak wabah virus corona mewabah, masyarakat dianjurkan melakukan jarak sosial dengan tetap berada di rumah. Salah satu aktivitas yang dianjurkan adalah berjemur di pagi hari agar tetap sehat selama physical distancing.

Namun, belakangan ini terjadi perdebatan waktu berjemur terbaik semakin ramai diperbincangkan di media sosial.

Ada yang menyebutkan waktu yang tepat untuk berjemur adalah di atas pukul 10.00 WIB, untuk mendapatkan hasil vitamin D dari paparan sinar matahari.

Di sisi lain, ada pula yang menyanggah dan membantah bahwa sinar matahari yang paling baik untuk berjemur adalah pukul 07.00-09.30 WIB pagi.

Baca juga: Berjemur untuk Dapat Vitamin D3, Jam Berapa Sebaiknya?

Perdebatan itu mengundang kebimbangan di masyarakat, atas saran mana yang sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum, akhirnya kembali menjawab polemik yang beredar mengenai waktu berjemur yang tepat dan baik dilakukan oleh masyarakat khususnya Jakarta dan Bekasi, Indonesia.

Tan memaparkan penelitian yang dilakukan oleh dokter ahli gerontologi (ilmu penuaan) di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr Siti Setiati SpPD-KGER di Indonesia.

Penelitian ini tentang paparan sinar matahari pada wanita lanjut usia di Jakarta, Indonesia pada garis lintang 6 S.

Baca juga: Meski Bermanfaat, Berjemur Tak Bisa Mematikan Virus Corona

Dalam hasil penelitian Siti yang telah diterbitkan dalam situs penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI), intensitas ultraviolet B (UVB) tertinggi ada pada pukul 11.00 WIB pagi sampai pukul 13.00 WIB.

Penelitian ini dilakukan pada musim hujan di bulan Februari hingga Maret tahun 2006, dengan 80 partisipan yang berusia 60 tahun ke atas.

Hasil tersebut didapatkan dari pengukuran intensitas paparan sinar matahari dari pukul 07.00-16.00 WIB di sore hari, dengan menggunakan UV meter untuk mendapatkan MED (intensitas atau dosis sinar UV), yaitu sekitar 2 MED.

Waktu terbaik mendapat vitamin D

Sedangkan, peneliti juga melakukan sampel kembali dengan 74 wanita di antaranya yang memiliki tipe kulit-4 yaitu berwarna cokelat terang untuk melakukan berjemur badan di bawah sinar matahari pada pagi hari, yakni pada pukul 09.00 WIB. Hasilnya ternyata terdapat hanya sekitar 0,6 MED.

Dijelaskan Tan, jika manfaat yang ingin didapatkan dari paparan sinar matahari langsung ke kulit tubuh adalah vitamin D, maka waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat sinar ultraviolet B adalah pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Hal itu sesuai dengan sejumlah penelitian yang ada, termasuk penelitian yang dikemukakan Prof Siti.

"Penelitian Prof Siti Setiati di Jakarta, (hasilnya) paling efektif untuk meningkatkan kadar vitamin D adalah antara jam 11.00-13.00 WIB. Tinggal pilih apakah tujuannya untuk berolahraga atau meningkatkan kadar vitamin D," jelas Tan.

Baca juga: Jangan Salah, Sinar Matahari di Atas Jam 09.00 Terbaik untuk Tubuh

Jika manfaat yang ingin diambil adalah untuk olahraga, maka memang sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB ke bawah, dan bisa dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit.

Adapun, sebaliknya jika manfaat yang ingin dicari adalah meningkatkan kadar vitamin D, untuk imunitas, kata Tan, berjemur saja sekitar 15 menit antara pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

"Jadi sudah tidak pakai katanya-katanya lagi ya, ini data penelitian kita sendiri di Jakarta, pasti valid," ujar dia.

Penelitian lainnya, yaitu dilakukan pada tahun 2019 dan diikuti oleh 345 wanita hamil yang berasal dari Bandung Sukabumi, Waled dan Cimahi.

Baca juga: Kekurangan Vitamin D Sebabkan Kekuatan Tubuh Menurun

Peneliti Raden Tina Dewi Judistiani dan timnya, mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam BMC Pregnancy and Childbirth.

Hasilnya menunjukkan, paparan sinar matahari dengan intensitas UVB tertinggi adalah pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB.

Kemudian paparan sinar matahari mulai merendah dari pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB. Hingga, sangat rendah pada pagi hari yaitu pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB dan sore hari pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jamur Hitam Mukormikosis Berbahaya dan Mematikan, Bagaimana Perawatannya?

Jamur Hitam Mukormikosis Berbahaya dan Mematikan, Bagaimana Perawatannya?

Oh Begitu
Wabah Pes dan Malaria Berdampak pada Evolusi Manusia, Bagaimana dengan Covid-19?

Wabah Pes dan Malaria Berdampak pada Evolusi Manusia, Bagaimana dengan Covid-19?

Oh Begitu
Interior Planet Mars yang Misterius Dipetakan Pertama Kali oleh NASA

Interior Planet Mars yang Misterius Dipetakan Pertama Kali oleh NASA

Oh Begitu
2 Penyebab Tingginya Penyakit Jamur Hitam di India Menurut Ahli

2 Penyebab Tingginya Penyakit Jamur Hitam di India Menurut Ahli

Oh Begitu
Tips Memberikan Suplemen Vitamin dan Mineral untuk Anak

Tips Memberikan Suplemen Vitamin dan Mineral untuk Anak

Oh Begitu
Testing Covid-19 Sempat Berkurang, Epidemiolog: Seharusnya Sejuta Per Hari untuk Tekan Angka Kematian

Testing Covid-19 Sempat Berkurang, Epidemiolog: Seharusnya Sejuta Per Hari untuk Tekan Angka Kematian

Oh Begitu
Mulai Malam Ini, Kesempatan Terbaik Amati Jupiter dan Saturnus Sejajar dengan Bulan

Mulai Malam Ini, Kesempatan Terbaik Amati Jupiter dan Saturnus Sejajar dengan Bulan

Fenomena
Kasus Kanker Payudara Terus Meningkat, YKPI Adakan Simposium se-Asia Tenggara

Kasus Kanker Payudara Terus Meningkat, YKPI Adakan Simposium se-Asia Tenggara

Oh Begitu
Hari Anak Nasional 2021, Ahli Ungkap Pola Asuh Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional 2021, Ahli Ungkap Pola Asuh Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak

Kita
Makanan Manusia Purba Terungkap di Situs Purba Maros

Makanan Manusia Purba Terungkap di Situs Purba Maros

Fenomena
Siapa yang Berisiko Terkena Infeksi Jamur Hitam?

Siapa yang Berisiko Terkena Infeksi Jamur Hitam?

Kita
Mulai Petang Ini, Bulan Purnama Rusa Hadir Hiasi Langit Indonesia

Mulai Petang Ini, Bulan Purnama Rusa Hadir Hiasi Langit Indonesia

Fenomena
Jamur Berbahaya Candida Auris Mewabah di Amerika Serikat, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Jamur Berbahaya Candida Auris Mewabah di Amerika Serikat, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Oh Begitu
Panduan Isolasi Mandiri untuk Anak Menurut IDAI

Panduan Isolasi Mandiri untuk Anak Menurut IDAI

Oh Begitu
Gejala dan Komplikasi Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Gejala dan Komplikasi Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Kita
komentar
Close Ads X