Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Kompas.com - 04/04/2020, 10:04 WIB

KOMPAS.com - Virus corona atau Covid-19 tidak akan menjadi pandemi terakhir yang akan dihadapi umat manusia. Di masa mendatang, malapetaka lain bisa terjadi kembali selama manusia terus menghancurkan alam liar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Enric Sala, ahli ekologi kelautan yang juga tergabung dalam Campaign for Nature National Geographic.

"Saya benar-benar yakin bahwa akan ada lebih banyak penyakit seperti ini di masa depan jika manusia terus menghancurkan alam, menggunduli hutan, menangkap binatang liar menjadi binatang peliharaan, makanan, atau obat-obatan," kata Sala seperti dikutip dari Independent, Jumat (20/3/2020).

Baca juga: Virus Corona, Kenapa Banyak Pekerja Medis Tertular Covid-19?

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nature, trenggiling disebut sebagai hewan yang mungkin membawa virus corona sebelum akhirnya menular ke manusia.

Namun di balik itu, sebenarnya ada masalah yang lebih luas pula.

Kerusakan ekosistem yang dilakukan manusia, membawa kita lebih dekat dengan satwa liar daripada sebelumnya. Padahal, ekosistem yang memiliki keanekaragaman hayati itu mengandung virus unik.

"Ketika kita menghancurkan hutan tropis, menggantikannya dengan desa, pertambangan, membunuh atau menangkap hewan liar untuk dimakan, kita membuka diri terhadap virus-virus itu," ungkap David Quammen, penulis buku Spillover: Animal Infections and the Next Human Pandemic.

Baca juga: Cegah Penularan Virus Corona, Jaga Jarak Minimal Dua Meter

Sementara itu kita belum banyak tahu, hewan mana saja yang berpotensi menjadi reservoir patogen.

Padahal, begitu patogen membuat lompatan dari hewan ke manusia, kapasitas untuk menyebar secara global akan sangat cepat.

Sebelumnya, dunia telah berhadapan dengan penyakit zoonosis lainnya, seperti HIV, Ebola, SARS, MERS, dan Zika. Beberapa di antaranya diduga muncul akibat konsumsi daging hewan liar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.