Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Kompas.com - 03/04/2020, 18:32 WIB
Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10. Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10.

Selain demam dan batuk, gejala paling jarang yang ditemui adalah diare. Kondisi ini dialami oleh 3,8 persen pasien.

Sementara itu, sekitar 83,2 persen pasien Covid-19 saat masuk ke rumah sakit memiliki limfositopenia.

Limfositopenia atau disebut juga limfopenia merupakan suatu keadaan di mana jumlah limfosit di dalam darah rendah (dibawah 1.500 sel/μL darah pada dewasa atau dibawah 3.000 sel/μL pada anak-anak).

Dalam keadaan normal, jumlah limfosit mencapai 15-40% dari sel darah putih dalam aliran darah. Limfosit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi virus, membantu sel lainnya dalam melindungi tubuh dari infeksi bakteri, jamur, dan parasit, hingga membantu mengatur aktivitas sel lainnya dalam sistem kekebalan

Limfositopenia bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit dan keadaan. Namun penyebab limfositopenia yang paling sering adalah AIDS dan malnutrisi.

Demam pada Covid-19

Seperti diberitakan sebelumnya, gejala vrius corona SARS-CoV-2 mirip dengan SARS.

Namun, temuan ahli yang dilaporkan di jurnal NJEM menemukan, pasien yang terinfeksi Covid-19 lebih sedikit yang mengalami gejala demam dan batuk dibanding orang yang terinfeksi SARS-CoV atau MERS-CoV.

"Sehingga pasien yang tidak demam mungkin terlewat untuk dites dan diawasi, karena fokus tim medis adalah mendeteksi oran yang demam," kata peneliti dalam laporannya.

Dalam studi ini, ilmuwan menemukan bahwa limfositopenia adalah gajala yang lebih umum ditemukan pada pasien terinfeksi Covid-19.

Ahli mengatakan, dengan melakukan isolasi diri, diagnosis dini, dan manajemen perawatan sedini mungkin akan sangat berkontribusi dalam menekan angka kematian akibat Covid-19.

Baca juga: Jumlah Kasus Corona Global Capai 1 Juta, Berikut Kilas Balik Pandemi Covid-19

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X