Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Kompas.com - 03/04/2020, 17:04 WIB
IPAG60, teknologi inovasi untuk mengelola air gambut. Prof Dr Ignasius DA Sutapa MScIPAG60, teknologi inovasi untuk mengelola air gambut.

IPAG60 memiliki kombinasi perangkat dan bahan pengolah air gambut yang efektif dan efisien dengan pengoperasian dan perawatan yang mudah dan relatif murah.

Teknologi IPAG60 telah berhasil diterapkan sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan rendahnya ketersediaan air bersih atau air minum di berbagai daerah dan terus dilakukan perkembangan di wilayah lain.

"Kami hanya menyiapkan inovasinya, nanti eksekusinya bagaimana ke masyarakat, itu tergantung partner kerjasamanya. Bisa instansi atau juga pemerintah daerah setempat," kata dia.

Baca juga: Tahun 2040 Jawa Kehabisan Air, Ratusan Juta Penduduk Terancam

Oleh sebab itu, kata Ignasius, ia dan timnya sangat terbuka jika ada yang meminta bantuan untuk mengolah dan memproduksi air bersih agar bisa dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat banyak.

Teknologi yang telah diterapkan di Kabupaten Bengkalis, Riau dan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah ini dapat mengubah air gambut dengan kualitas yang tidak baik menjadi layak guna dan konsumsi. Wilayah lainnya seperti Sumatera Selatan, Jambi juga sedang dalam perundingan untuk implementasi inovasi ini.

Hasil uji menunjukkan bahwa air produksi IPAG60 telah memenuhi standar air golongan A berdasarkan Peraturan Menkes No. 492/2010, dan dapat memenuhi kebutuhan air untuk 400-500 jiwa per hari atau sekitar 100-200 kepala keluarga.

"Ini sengaja kami buat kapasitas kecil, karena lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan daerah yang kami amati. Biar tidak habis di cost (biaya) distribusi," ujar dia.

Teknologi pengelolaan air bersih ini dapat menghasilkan 60 liter air bersih per menit. Kendati teknologinya bisa dibuat dengan kapasitas yang lebih besar, tetapi inovator lebih mempertimbangkan untuk membuatnya kecil dan bisa digunakan di banyak wilayah, daripada besar tapi hanya sedikit wilayah yang mendapatkan akses.

Untuk diketahui, teknologi IPAG60 tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk mengolah air gambut, tetapi juga untuk air yang berwarna, tingkat keasaman tinggi dan jenis pencemaran air lainnya.

Dituturkan Ignasius, inovasi IPAG60 ini setidaknya diharapkan ke depannya dapat membantu pemerintah mencapai target tahun 2030 untuk menyelesaikan 100 persen permasalahan sanitasi di masyarakat.

Sebab, yang diperlukan untuk mencapai target tersebut bukan hanya teknologi, tetapi juga kebijakan dan implementasi dari inovasi yang telah diciptakan.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X