Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Kompas.com - 03/04/2020, 17:04 WIB
IPAG60, teknologi inovasi untuk mengelola air gambut. Prof Dr Ignasius DA Sutapa MScIPAG60, teknologi inovasi untuk mengelola air gambut.

Ironisnya, penggunaan air gambut dengan kualitas buruk dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gigi keropos, kulit gatal-gatal hingga gangguan ginjal dan penyakit lainnya.

Baca juga: Indonesia dan 5 Negara Asia Diprediksi Terendam Air Laut pada 2050

Sementara itu, krisis sumber air bersih masih banyak dirasakan di beberapa wilayah, seperti Kalimantan, Sumatera dan Papua yang memaksa masyarakat menggunakan air gambut.

Selain itu, diakui Ignasius, air gambut menjadi jenis air baku marginal kedua yang paling sulit diolah setelah air gambut dan payau.

Air baku marginal membutuhkan treatment atau pengolahan agar bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari tanpa menimbulkan kekhawatiran lainnya. Sementara itu, pengolahan juga tidak bisa sembarangan dilakukan.

Teknologi IPAG60

Ignasius yang juga peneliti di Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan teknologi IPAG60 yang dapat mengolah jenis air gambut dan non gambut berkualitas buruk menjadi layak guna dan layak konsumsi.

Instalasi Pengolahan Air Gambut (IPAG60) dikembangkan sebagai sarana pemenuhan hak dasar masyarakat atas air, terutama di daerah gambut.

Diceritakan oleh Ignasius, ide dari inovasi IPAG60 ini berasal dari pengalamannya yang mengunjungi berbagai daerah, terutama di Kalimantan, di mana fasilitas air bersihnya meskipun di hotel sekalipun adalah air gambut.

"Awalnya itu tahun 2000-an ada survei di Kalimantan Timur, saya terkejut dengan kondisi layanan air bersih bahkan di hotel. Di hotel saja airnya begitu, berarti di rumah warga juga bisa jadi lebih (buruk) dari itu," ujar dia.

Baca juga: Pentingnya Akses Air Bersih di Lokasi Bencana, PMI Terima Bantuan ini

Oleh sebab itu, ia berusaha membuat inovasi yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih yang memenuhi standar.

Pengembangan teknologi sudah dilakukan sejak tahun 2009. Setelah itu, pada tahun 2010 hingga 2011, mulai pengujian laboratorium sampai implementasi awalnya. Bahkan, pada tahun 2013, teknologi ini sempat mendapatkan penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi RI.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Bayi Mewarisi Alergi dari Orangtua?

Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Bayi Mewarisi Alergi dari Orangtua?

Oh Begitu
Semua Jenis Kucing Wajib Divaksin, Ini Alasannya

Semua Jenis Kucing Wajib Divaksin, Ini Alasannya

Oh Begitu
Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sebagian Sumatera

Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sebagian Sumatera

Fenomena
Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Fenomena
Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
komentar
Close Ads X