Temuan Baru, Ada Hutan Hujan di Antartika 90 Juta Tahun Lalu

Kompas.com - 02/04/2020, 18:32 WIB
Penelitian terbaru menyebut kalau Antartika dulunya merupakan hutan hujan penuh vegetasi. Alfred-Wegener-Institut/J. McKayPenelitian terbaru menyebut kalau Antartika dulunya merupakan hutan hujan penuh vegetasi.


KOMPAS.com- Sekitar 90 juta tahun yang lalu, Antartika bukanlah daratan es seperti yang kita kenal saat ini. Tempat tersebut merupakan hutan hujan dengan iklim hangat yang berisi tanaman purba.

Bukti itu berdasarkan dari penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Inggris dan Jerman. Mereka menganalisis inti es yang diambil dari Antartika.

Salah satu bagian inti ternyata menarik perhatian para peneliti karena memiliki warna yang aneh.

Baca juga: Kali Pertama dalam Sejarah, Antartika Lewati Suhu 20 Derajat Celcius

Dengan pemindaian, akhirnya ahli menemukan fosil akar yang terpelihara dengan baik, sehingga mereka bisa melihat struktur sel.

Sampel itu juga mengandung banyak jejak serbuk sari dan spora tanaman yang tak terhitung jumlahnya.

Seperti dilansir dari Science Daily, Rabu (1/4/2020), para peneliti kemudian merekonstruksi lingkungan hutan hujan ini.

Hasilnya, suhu rata-rata tahunan Antartika pada saat itu adalah sekitar 12 derajat Celcius. Sementara itu, pada musim panas suhunya mencapai 19 derajat Celcius dan suhu air berkisar hingga 20 derajat Celcius.

Baca juga: Terbesar dalam Sejarah, Monster Loch Ness” Ditemukan di Antartika

Tim peneliti inipun menyimpulkan jika 90 juta tahun yang lalu Antartika ditutupi vegetasi lebat.

Tidak ada massa es di wilayah tersebut. Selain itu, tim peneliti juga menemukan jika konsentrasi karbon dioksida di atmosfer ternyata jauh lebih tinggi daripada asumsi sebelumnya.

"Sebelum penelitian, asusmsi umum adalah konsentrasi karbon dioksida globa di periode Cretaceous sekitar 1000 ppm. Tapi dalam model percobaan kami, tingkat konsentrasi berada pada 1120-1680 ppm," kata Johann Klages, peneliti dari Alfred Wegener Institute Helmholtz Center for Polar and Marine Research.

Baca juga: Antartika Sembunyikan Ngarai Terbesar, Peta ini Tunjukkan Buktinya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukti Awal, Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

Bukti Awal, Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

Oh Begitu
Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Fenomena
Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Oh Begitu
4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

Fenomena
[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

Oh Begitu
Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Oh Begitu
LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

Oh Begitu
Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Fenomena
Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Oh Begitu
Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Oh Begitu
Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Oh Begitu
3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

Oh Begitu
5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

Oh Begitu
Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Oh Begitu
komentar
Close Ads X