Kematian akibat Corona Tinggi Mungkin karena Badai Sitokin, Kok Bisa?

Kompas.com - 02/04/2020, 16:32 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.


KOMPAS.com - Jumlah pasien yang meninggal akibat infeksi virus corona di dunia terus bertambah, termasuk di Indonesia dengan angka kematian karena Covid-19 hingga 157 kasus.

Wabah yang pertama kali muncul di Wuhan, China, ini telah membuat ribuan orang di negara tersebut meninggal akibat virus corona, SARS-CoV-2.

Menurut para ahli kesehatan dunia, tingginya angka kematian di sejumlah negara episentrum virus corona kemungkinan karena subkelompok pasien dengan Covid-19 yang parah memiliki sindrom badai sitokin (cytokine storm syndrome).

Baca juga: 3 Hal yang Terlewat di Balik Tingginya Presentase Kematian Corona di Indonesia

Melansir Vox, Kamis (2/4/2020), sejumlah studi penting yang dilakukan di China menyebutkan, pasien yang meninggal karena Covid-19 bisa jadi disebabkan oleh sistem kekebalan mereka sendiri.

Kematian akibat Covid-19 bukan dari virus itu sendiri, melainkan akibat dari sindrom badai sitokin.

Respons kekebalan tubuh tidak terkendali

Bagaimana badai sitokin ini dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid-19?

Selama badai sitokin, respons imun tubuh yang berlebihan dapat merusak jaringan organ paru yang sehat. Ini menyebabkan gangguan pernapasan akut dan kegagalan multi-organ.

Apabila tidak segera diobati, sindrom badai sitokin ini dapat berakibat fatal pada pasien Covid-19.

Baca juga: Angka Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tinggi, Apa Sebabnya?

Pasien dalam penelitian lain setelah terinfeksi virus corona kemudian mengembangkan sindrom badai sitokin di tubuhnya, ternyata ironisnya memiliki cacat kekebalan genetik.

Hal itu mengakibatkan respons kekebalan tubuh yang tidak terkendali.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Vox
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X