Physical Distancing karena Corona, Pelaku Illegal Logging Disidang Online

Kompas.com - 31/03/2020, 19:33 WIB
Sidang kasus illegal logging, dengan terdakwa Mansur bin Delewa (50) asal Sulawesi Selatan, digelar melalui video conference, Senin (30/3). dok. Kementerian LHKSidang kasus illegal logging, dengan terdakwa Mansur bin Delewa (50) asal Sulawesi Selatan, digelar melalui video conference, Senin (30/3).

KOMPAS.com - Sebagai upaya mencegah transmisi atau penularan virus corona atau Covid-19, Majelis Hakim PN Sendawar Kutai Barat ikut melaksanakan Physical Distancing dalam melaksanakan sidang kasus illegal logging.

Sidang kasus illegal logging dengan terdakwa Mansur bin Delewa (50) asal Sulawesi Selatan tersebut digelar melalui video conference pada Senin (30/3/2020).

Pada umumnya, pengadilan akan menghadirkan terdakwa dan semua pihak di ruang sidang yang sama.

Namun, kali ini semua pihak terkait sidang di Majelis Hakim Pengadilan Kutai Barat hanya dihadirkan secara online.

Baca juga: Tanpa Physical Distancing, Kematian Massal Akibat Corona Bisa Terjadi di Indonesia

Terdakwa menghadiri sidang kasus illegal logging tersebut secara online dari Lembaga Permasyarakatan Kelas II Sendawar, Kabupaten Kutai Barat.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, melalui penyidik, juga menghadirkan para saksi dengan cara yang sama, termasuk penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Kalimantan.

Kasus yang disidangkan

Sidang kasus illegal logging, dengan terdakwa Mansur bin Delewa (50) asal Sulawesi Selatan, digelar melalui video conference, Senin (30/3).dok. Kementerian LHK Sidang kasus illegal logging, dengan terdakwa Mansur bin Delewa (50) asal Sulawesi Selatan, digelar melalui video conference, Senin (30/3).

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Subhan menyampaikan bahwa kasus ini berawal ketika terdakwa didapati memiliki, menguasai, dan mengangkut kayu hasil illegal logging.

"Bersama pelaku, kami amankan kayu olahan jenis ulin berbagai ukuran sebanyak 317 batang, dengan truk Isuzu (KT 8779 VC), di kilometer 45, Jalan Hauling HTI PT. Kelawit, di Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, 2 November 2019 lalu," kata Subhan dalam keterangan tertulis yang dibagikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) kepada media, Selasa (31/3/2020).

Subhan juga menjelaskan, setelah berkas dinyatakan lengkap pada tanggal 6 Januari 2020 yang lalu, penyidik Gakkum LHK bersama Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, menyerahkan tersangka dan barang bukti tahap kedua kepada Kejaksaan Negeri Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, di hari berikutnya (7/1/2020).

Baca juga: WHO Ubah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Maksudnya?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X