Rahasia Alam Semesta: Hujan Deras, Kenapa Langit Sangat Gelap?

Kompas.com - 31/03/2020, 17:32 WIB
Ilustrasi langit mendung, langit gelap, hujan deras di daerah pertanian. Ilustrasi langit mendung, langit gelap, hujan deras di daerah pertanian.


KOMPAS.com - Akhir-akhir ini cuaca begitu tidak menentu. Saat pagi hari, langit berwarna biru cerah dengan gumpalan awan putih, dapat tiba-tiba berubah menjadi abu-abu, kemudian turun hujan deras.

Kadang tidak hanya disertai angin kencang, hujan deras juga seringkali membuat langit tampak sangat gelap.

Fenomena ini sering kita jumpai, lalu kenapa ini terjadi?

Baca juga: Apakah Langit di Planet Lain Juga Berwarna Biru seperti Bumi?

Berawal dari pembentukan awan, seperti melansir Live Science, Selasa (31/3/2020), awan terbentuk oleh kondensasi uap air, yakni saat udara di lingkungan sekitar penuh dengan air dalam bentuk gas.

Ketika udara di dekat daratan memanas, udara akan naik, mengambil uap air bersamanya.

Suhu udara akan semakin dingin, saat berada lebih tinggi di langit, sehingga menyebabkan uap air mengembun pada partikel debu yang ada di udara.

Tetesan air dan kristal es yang dihasilkan, selanjutnya menyatu untuk membentuk awan.

Tidak seperti partikel atmosfer yang dapat menghambur atau membiaskan warna biru, ketika langit berlimpah cahaya matahari.

Partikel awan yang lebih tipis itu memungkinkan cahaya yang melewatinya lebih banyak, sehingga awan ini akan tampak putih.

Baca juga: Dampak El Nino dan Dipole Mode 2019, Tahun Ini Curah Hujan Lebih Deras

Sedangkan awan mendung yang tampak lebih gelap, tidak berarti menandakan hari yang suram.

Awan yang tampak gelap itu karena awan tersebut lebih tebal dan lebil padat dari awan normal di hari yang cerah.

Awan mendung ini mengumpulkan lebih banyak tetesan air dan kristal es, sehingga semakin tebal lapisannya, maka semakin banyak cahaya yang dibiaskan.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta, Kenapa Langit Senja dan Fajar Berwarna Orange?

Cahaya yang menembus awan ini akan jauh lebih sedikit. Sebab, partikel-partikel di bagian bawah awan hujan tidak memiliki cahaya untuk dihamburkan ke mata kita.

Sehingga, saat kita melihat dari bawah, langit tampak lebih gelap.

Saat tetesan air dan kristal es di awan menebal, atau ketika turun hujan, mereka akan menyebarkan cahaya jauh lebih sedikit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X