Gempa Magitudo 5,8 Guncang Sigi, Sudah 9 Kali Susulan

Kompas.com - 29/03/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

KOMPAS.com - Wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, diguncang gempabumi tektonik bermagnitudo M 5,8 pada pukul 22.43 WIB, Sabtu (28/3/2020).

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 1.72 LS dan 120.14 BT.

Lokasi tepatnya berada di darat pada jarak 76 kilometer arah Selatan Kota Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 kilometer.

Baca juga: Tiga Hari Terakhir, 8 Kali Gempa Cukup Besar Terjadi di Indonesia

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc, menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Palukoro.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar. Hasil pemodelan BMKG juga menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Kendati demikian, dampak guncangan gempabumi ini telah dirasakan di beberapa wilayah. Di wilayah Poso, Pasangkayu, getarannya bahkan mencapai skala intensitas IV MMI di mana banyak orang yang berada di rumah sekalipun merasakannya.

Baca juga: Gempa Hari Ini: Sulawesi, Kuta, dan Papua Diguncang Lindu Pagi Tadi

Sementara itu, di wilayah Sigi, Sausu, Palopo, Masamba, Mamuju, Topoyo, Kalukku, Luwu Utara, Sanggata Kutai Timur getaran gempa yang dirasakan berskala intensitas III MMI, di mana getaran yang dirasakan seperti ada truk yang berlalu.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 23.25 WIB, Sabtu (28/3/2020) menunjukkan adanya sembilan aktivitas gempabumi susulan.

Baca juga: Manokwari DIguncang Gempa Berkekuatan M 5,5, Tak Berpotensi Tsunami

Oleh sebab itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali kedalam rumah," ujar dia.

Selain itu juga, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X