Cerita dari Antartika, Benua yang Tak Terdampak Corona

Kompas.com - 26/03/2020, 19:30 WIB
Pemandangan dari salah satu stasiun penelitian di Antartika. washingtonpostPemandangan dari salah satu stasiun penelitian di Antartika.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat kehidupan sebagian besar orang menjadi berubah. Namun nampaknya itu tidak terjadi pada segelintir orang yang ada di Antartika. Mereka tidak terpengaruh oleh perubahan, rasa gelisah, atau was-was yang melanda warga dunia lainnya.

Hingga kini, Antartika menjadi satu-satunya benua yang tak terkonfirmasi dengan kasus virus corona. Sedangkan secara global, pada Rabu (25/3/2020) saja tercatat sudah ada lebih dari 422.000 orang terinfeksi virus corona yang tersebar di 197 wilayah. Sehingga sementara ini nampaknya Antarika menjadi tempat yang paling aman dari virus corona.

"Saat ini, Antartika adalah tempat teraman di dunia. Tidak ada kontak dengan dunia luar dan kami jauh dari pemukiman manapun," ungkap Alberto Della Rovere, pemimpin ekspedisi Italia ke-35 ke Antartika, seperti dikutip dari Washington Post, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Lapisan Es Greenland dan Antartika Mencair Lebih Banyak, Ini Dampaknya

Antartika sendiri tidak memiliki penduduk asli, orang-orang yang datang dan tinggal di sana merupakan ilmuwan dan peneliti. Selain itu juga hanya sejumlah kecil orang saja yang diizinkan masuk dan keluar Antartika. Saat ini sekitar 4.000 orang tengah berada di Antartika untuk melakukan berbagai riset.

Kini menurut Mike England selaku staff National Science Foundation, sebagian besar penerbangan adalah keberangkatan keluar dari Antartika. Meski begitu beberapa orang juga datang.

Para peneliti menggali fosil monster Loch Ness di Pulau Seymour, AntartikaJ.P.OGorman-IAA Para peneliti menggali fosil monster Loch Ness di Pulau Seymour, Antartika

Orang yang memasuki Antartika akan menjalani protokol isolasi dan pengujian yang diawasi oleh penasihat medis. Pendatang baru juga akan diperiksa apakah mereka memiliki gejala corona.

Ini tentunya dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terpaparnya Antartika dari Covid-19. Sebab jika hal tersebut terjadi, ada banyak alasan bagi petugas medis di Antartika untuk khawatir.

Baca juga: Antartika Sembunyikan Ngarai Terbesar, Peta ini Tunjukkan Buktinya

"Jika Anda memiliki agen infeksi di lokasi terpencil dengan fasilitas medis yang sederhana, itu akan membuat dokter kewalahan. Kita tidak memiliki perawat tambahan atau profesional layanan kesehatan terlatih lainnya," ungkap Jeff Ayton, kepala petugas medis di Australian Antarctic Division.

Sebab menurutnya, tak ada cara untuk menjamin bahwa corona pada akhirnya tidak akan menyebar ke ujung Bumi.

"Tak ada benua yang kebal, termasuk Antartika," katanya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukti Awal, Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

Bukti Awal, Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

Oh Begitu
Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Fenomena
Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Oh Begitu
4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

Fenomena
[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

Oh Begitu
Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Oh Begitu
LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

Oh Begitu
Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Fenomena
Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Oh Begitu
Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Oh Begitu
Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Oh Begitu
3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

Oh Begitu
5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

Oh Begitu
Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Oh Begitu
komentar
Close Ads X