Peneliti Kembangkan Tes Imunitas Corona, Apa Fungsinya?

Kompas.com - 26/03/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona

KOMPAS.com - Di tengah pandemi global yang membuat khawatir masyarakat di seluruh dunia, para ilmuwan terus berusaha untuk menemukan cara menghadapi virus corona (SARS-CoV-2).

Berdasarkan laporan Reuters, beberapa penelitian tengah berusaha mengembangkan tes imunitas corona. Tes ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah tubuh Anda telah mengembangkan kekebalan terhadap virus corona.

Karena banyak orang yang merasakan gejala mirip virus corona, namun tidak berkesempatan melakukan tes usap tenggorokan dan hidung.

Baca juga: Studi: Mendadak Tak Bisa Mencium Bau, Gejala Baru untuk Virus Corona

Padahal informasi ini sangat berguna untuk mengetahui apakah tubuh manusia telah menghasilkan antibodi penangkal virus setelah mereka melewati fase gejala. 

Oleh karena itu, pengembangan tes imunitas corona dianggap dapat memberikan harapan untuk melawan virus tersebut.

Salah satu penelitian dilakukan oleh Florian Kammer dan timnya dari vaksinologi Icahn School of Medicine di Gunung Sinai. Penelitian ini telah sampai pada tahap berbagi prosedur dengan laboratorium lain dan akan melakukan uji coba kepada pasien.

Baca juga: Peneliti Uji Darah Pasien yang Pulih untuk Pengobatan Covid-19

"Tes ini dapat membuat kita mengetahui negara mana yang akan kembali normal. Orang yang kebal dapat kembali ke kehidupan normal dan memulai hidupnya kembali," ucap Krammer.

Bahkan, tes cairan tubuh yang dikembangkan Krammer dan timnya tidak butuh persetujuan lengkap dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA). Dengan kata lain, tes ini bisa dilakukan secepatnya.

Namun, masih ada beberapa pertanyaan mengenai tes kekebalan Covid-19, seperti berapa lama hal itu berlangsung dan seberapa akurat hasil dari tes tersebut.

Baca juga: Jenazah PDP Covid-19 di Kolaka Dicium Keluarga, Ini Tanggapan Ahli

Apalagi ada beberapa laporan yang mengatakan orang dapat terinfeksi virus corona sebanyak dua kali, meskipun begitu para ilmuwan mengatakan laporan ini harus dikaji lebih lanjut.

Akan tetapi, jika tes imunitas corona dapat berjalan dengan baik, hal ini dapat mengubah permainan dalam perang melawan pandemi ini.

Tes ini dapat membuat orang yang telah terinfeksi virus, baik yang disadari maupun tidak, untuk keluar dan kembali bermasyarakat.

Selain itu juga dapat membantu para tenaga medis bekerja lebih tenang karena tahu mereka tidak dapat terinfeksi virus ini.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Futurism
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X