Studi Temukan, Pasien Kanker Lebih Rentan Terinfeksi Corona

Kompas.com - 26/03/2020, 17:32 WIB
Seorang dokter memeriksa resusitasi pasien dengan CT paru di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASeorang dokter memeriksa resusitasi pasien dengan CT paru di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

KOMPAS.com - Studi baru menemukan, pasien kanker berisiko lebih tinggi terinfeksi Covid-19 dibanding orang lain.

Hal ini terutama karena pasien kanker kerap berkunjung ke rumah sakit yang membuat mereka makin rentan terpapar virus corona baru SARS-CoV-2.

Para penulis studi yang menerbitkan temuan mereka di jurnal JAMA Oncology melihat catatan medis 1.524 pasien kanker yang dirawat di Departemen Radiasi dan Onkologi Medis di RS Zhongnan, di Universitas Wuhan, China antara 30 Desember 2019 sampai 17 Februari 2020.

Tim mencatat, banyak pasien kanker yang juga terinfeksi Covid-19 dan menemukan tiga di antaranya meninggal.

Baca juga: Terkait Corona, Ibu Hamil Diminta Tunda ke Faskes Jika Tak Genting

Rata-rata pasien yang terinfeksi berusia 66 tahun. Kurang dari setengahnya menjalani perawatan aktif untuk kanker mereka.

Data mengungkap, tingkat infeksi pasien kanker dengan Covid-19 adalah 0,79 persen. Angka ini lebih besar jika dibanding tingkat infeksi pada populasi umum warga Wuhan yang hanya 0,37 persen.

Dari angka tersebut, dengan kata lain pasien kanker berisiko dua kali lipat terinfeksi Covid-19 dibanding warga yang sehat.

Dilansir Newsweek, Rabu (25/3/2020), sebanyak 228 pasien yang ditinjau memiliki bentuk kanker yang dikenal sebagai karsinoma paru non-sel kecil (NSCLC).

Mereka yang berusia lebih dari 60 tahun diketahui lebih mungkin terinfeksi Covid-19 dibanding pasien yang berusia lebih muda.

Tim peneliti mengatakan, ke depannya diperlukan riset dengan sampel yang lebih besar untuk dapat menjelaskan hubungan Covid-19 dnegan NSCLC.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X