Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Teknologi yang Mengerti Kita di Tengah Wabah Virus Corona

Kompas.com - 26/03/2020, 12:37 WIB
Ilustrasi work from home atau bekerja dari rumah. ShutterstockIlustrasi work from home atau bekerja dari rumah.

Pada 1-2 hari pertama, mereka sibuk mengenali fitur-fitur yang disediakan oleh Telegram, yang bagi sebagian orang terasa lebih rumit saat dijalankan. Namun di hari ke-3, ke-4 dan seterusnya, penggunaan Telegram menjadi sebuah hal yang tak bikin pusing.

Pun bagi seorang guru atau dosen, penggunaan program Zoom atau Google Classroom terasa merepotkan. Jika biasanya mahasiswa dan dosen berkumpul dalam satu ruangan melakukan interaksi, kini mereka harus melakukan presentasi dan teleconference di ranah online.

Namun sama seperti pengalaman tadi di atas, di bagian awal saja mereka berjibaku untuk mempelajari cara pengoperasian program komputer. Selanjutnya, hal itu bukan menjadi masalah besar bagi mereka.

Perubahan sosial akibat perkembangan teknologi

Sebetulnya fenomena apa yang terjadi? Dapat disimpulkan bahwa maraknya virus corona telah menyebabkan terjadinya sebuah perubahan sosial di masyarakat, di mana salah satunya dipicu oleh perkembangan teknologi komunikasi. Masyarakat, dari tidak bisa dan tidak biasa terpaksa menjadi bisa dan biasa, hingga akhirnya menjadi bagian dari budaya baru itu sendiri.

Perkembangan teknologi yang hadir di tengah masyarakat modern saat ini, tampaknya telah diprediksi jauh hari oleh seorang filsafat Marshall McLuhan pada tahun 1962, lewat Teori Determinisme Teknologi, melalui tulisannya The Guttenberg Galaxy: The Making of Typographic Man (Surahman, 2016).

Dasar teori ini adalah perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi, akan membentuk keberadaan manusia itu sendiri.

Dengan kata lain, teknologi membentuk cara berpikir, berperilaku dan bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi selanjutnya dalam kehidupan manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkembangan teknologi komunikasi itulah yang sebenarnya telah mengubah kebudayaan manusia. Jika Karl Marx berasumsi bahwa sejarah ditentukan oleh kekuatan produksi, maka menurut McLuhan, eksistensi manusia ditentukan oleh perubahan mode komunikasi.

Bertolak dari teori tersebut, komunikasi digital yang kini telah menjadi bagian dari masyarakat modern, telah berhasil membuat perubahan terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri. Komunikasi digital membuat masyarakat memiliki ketergantungan terhadap gawai atau telepon pintar.

Contoh nyata, saat Anda bangun di pagi hari, ponsel adalah barang pertama yang dicari meski hanya sekedar untuk membaca pesan yang diterima atau update status di media sosial.

Komunikasi digital memang mendekatkan orang yang berbeda jarak dengan Anda. Sebaliknya, digitalisasi juga telah berhasil membuat jarak dengan orang yang dekat dengan Anda.

Pemikiran inilah yang mendasari McLuhan bahwa teknologi berpengaruh sangat besar dalam masyarakat. Atau dengan kata lain, kehidupan manusia sangat ditentukan oleh teknologi.

Menurut McLuhan, perkembangan teknologi komunikasi inilah yang menjadi penyebab utama perubahan budaya. Menurutnya, setiap penemuan teknologi baru mulai dari penemuan huruf, mesin cetak, hingga media elektronik, akan memengaruhi institusi budaya masyarakat.

Media bukan hanya terbatas pada media massa tetapi juga segala sarana, instrumen atau alat yang berfungsi memperkuat organ, indera, dan fungsi yang terdapat pada tubuh manusia.
Teknologi telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi.

Tatanan masyarakat baru pun terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi dan melihat bagaimana media berperan menciptakan dan mengelola budaya itu sendiri. Kini, tinggal bagaimana masyarakat menyikapi program stay at home dengan penggunaan teknologi yang semakin kerap.

Menurut Ngafifi (2014), semua pihak, seperti keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat, diharapkan kontribusinya dalam menciptakan penggunaan teknologi yang aman dan tepat guna.

Sebagai konsumen, masyarakat perlu melakukan filter teknologi untuk mengambil manfaat optimal bagi kemajuan masyarakat. Sebagai produsen, teknologi yang dikembangkan hendaknya bertujuan untuk meningkatkan peradaban manusia dan bukan menghancurkannya.

Diah Ayu Candraningrum, ST, MBA, MSi
Dosen Komunikasi Digital
Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Tarumanagara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.