WHO: Pandemi Covid-19 Meningkat Pesat, Ini yang Harus Dilakukan

Kompas.com - 25/03/2020, 18:00 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global  EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI SALVATORE DI NOLFITedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) memperingatkan bahwa pandemi virus corona "meningkat pesat", dengan lebih dari 422.000 kasus terkonfirmasi di seluruh dunia.

Diperlukan waktu 67 hari sejak kasus pertama dilaporkan untuk mencapai angka 100.000 kasus, dan 11 hari untuk menyentuh angka 200.000. Hanya diperlukan waktu empat hari saja untuk mencapai angka 300.000 kasus. Dan hanya butuh tiga hari untuk mencapai angka 420.000 kasus.

Namun, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan masih memungkinkan untuk "mengubah lintasan wilayah"

Dia mendesak negara-negara untuk melakukan strategi tes massal dan pelacakan kontak.

Baca juga: Update Corona 25 Maret: Tembus 422.000 di 197 Negara, 109.102 Sembuh

"Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan. Anda tidak bisa memenangi pertandingan sepak bola hanya dengan bertahan. Anda juga harus menyerang," ujarnya dalam konferensi pers bersama Presiden asosiasi sepakbola sedunia (FIFA) Gianni Infantino ketika meresmikan kampanye melawan virus corona bersama para pesepakbola.

Tedros mengimbau orang-orang untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak adalah cara yang penting untuk memperlambat penyebaran virus.

Namun, cara ini saja dikatakan Tedros tidak akan membantu kita semua untuk menang melawan Covid-19 yang tak kasat mata.

"Supaya menang, kita perlu menyerang virus dengan taktik yang agresif dan tepat sasaran - memeriksa semua orang dengan pengawasan, mengisolasi semua kasus positif, dan mengkarantina semua orang yang berkontak dekat.

Tedros menyatakan khawatir atas laporan dari seluruh dunia tentang sejumlah kasus infeksi di kalangan petugas kesehatan, yang tampaknya merupakan akibat dari kekurangan peralatan perlindungan yang memadai.

"Petugas kesehatan hanya dapat melakukan pekerjaan mereka secara efektif ketika mereka dapat melakukan pekerjaan mereka dengan aman," ia memperingatkan.

Baca juga: Wabah Corona, Ini Tips Isolasi Mandiri dari Astronot di ISS

Prioritas tenaga kesehatan

"Bahkan ketika kita melakukan segalanya dengan benar, jika kita tidak memprioritaskan melindungi petugas kesehatan, banyak orang akan mati karena petugas kesehatan yang bisa menyelamatkan hidup mereka sakit."

Dia mengatakan WHO sedang bekerja dengan mitranya untuk memprioritaskan penggunaan peralatan pelindung, dan mengatasi kekurangan peralatan pelindung global.

Namun Tedros menekankan: "Langkah-langkah yang dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus mungkin memiliki konsekuensi yang secara tidak disengaja memperburuk kekurangan alat pelindung esensial dan bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya."

WHO menyerukan "komitmen politik dan koordinasi politik di tingkat global" dan mengatakan ia akan meminta para pemimpin kelompok negara-negara G20 minggu ini untuk bekerja sama guna meningkatkan produksi peralatan pelindung, menghindari larangan ekspor dan memastikan pemerataan distribusi atas dasar kebutuhan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X