April Masuk Musim Kemarau, Ini Prediksi Puncak Kemarau Berdasar Pulau

Kompas.com - 25/03/2020, 17:00 WIB
Salah satu embung di Kabupaten Magetan yang mengering karena kemarau oanjang pada tahun 2019. Antisipasi kemaru tahun 2020, pemkab Magetan bangun embung desa dan belasan sumur air dalam. KOMPAS.COM/SUKOCOSalah satu embung di Kabupaten Magetan yang mengering karena kemarau oanjang pada tahun 2019. Antisipasi kemaru tahun 2020, pemkab Magetan bangun embung desa dan belasan sumur air dalam.

KOMPAS.com - Mendekati akhir Maret 2020, beberapa wilayah di Indonesia masih kerap diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir.

Kendati demikian, beberapa wilayah justru sudah ada yang bertransisi menuju kondisi panas, kering, dan matahari bercahaya dengan terangnya.

Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Siswanto menyampaikan bahwa kondisi panas, kering, dan terang umumnya dominan pada musim kemarau.

Untuk periode musim kemarau tahun 2020 ini, BMKG memprediksikan sejumlah wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada bulan April mendatang.

Baca juga: Hingga Besok, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat, Angin, dan Petir

Di Indonesia sendiri, dalam memprakirakan musim entah musim hujan ataupun kemarau, wilayahnya dibagi atas 342 Zona Musim (ZOM).

Berdasarkan informasi prakiraan musim kemarau 2020, sejumlah daerah akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2020 sebanyak 17 persen ZOM, yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.

"Sebagian besar wilayah akan memulai kemarau di bulan Mei 2020 dengan presentasi mencapai 38.3 persen, di sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi," kata Siswanto kepada Kompas.com.

Sementara sisanya, ada sekitar 27,5 persen akan masuk awal musim kemarau di bulan Juni 2020, yaitu di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kapan puncak musim kemarau?

ILUSTRASI KEMARAU  
KOMPAS/RINI KUSTIASIH ILUSTRASI KEMARAU

Puncak musim kemarau tahun 2020 ini, diprediksikan akan terjadi sejak bulan Juli hingga September dengan wilayah ZOM yang berbeda-beda.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TBC Penyakit Menular yang Bisa Diobati, Patuhi Standar Pengobatannya

TBC Penyakit Menular yang Bisa Diobati, Patuhi Standar Pengobatannya

Kita
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba Maret-Mei 2020

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba Maret-Mei 2020

Fenomena
WHO: Kekurangan APD Kronis dan Global, Solusinya Kerja Sama dan Solidaritas

WHO: Kekurangan APD Kronis dan Global, Solusinya Kerja Sama dan Solidaritas

Fenomena
Foto Satelit Ungkap Rupa Pandemi Virus Corona Dilihat dari Luar Angkasa

Foto Satelit Ungkap Rupa Pandemi Virus Corona Dilihat dari Luar Angkasa

Oh Begitu
Angka Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tinggi, Apa Sebabnya?

Angka Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tinggi, Apa Sebabnya?

Oh Begitu
Malam Ini, Earth Hour 2020 Ajak Masyarakat Matikan Listrik 1 Jam

Malam Ini, Earth Hour 2020 Ajak Masyarakat Matikan Listrik 1 Jam

Fenomena
Curcumin Empon-empon untuk Penangkal Corona, Sudah Sampai Mana Risetnya?

Curcumin Empon-empon untuk Penangkal Corona, Sudah Sampai Mana Risetnya?

Oh Begitu
Rusaknya Biodiversitas karena Ulah Manusia Picu Munculnya Covid-19

Rusaknya Biodiversitas karena Ulah Manusia Picu Munculnya Covid-19

Kita
Update Corona 28 Maret: 601.238 Kasus di 199 Negara, 133.443 Sembuh

Update Corona 28 Maret: 601.238 Kasus di 199 Negara, 133.443 Sembuh

Fenomena
Teori Konspirasi Virus Corona Masalah Serius, Bisa Bahayakan Nyawa

Teori Konspirasi Virus Corona Masalah Serius, Bisa Bahayakan Nyawa

Kita
Mengenal Rapid Test Corona, Cara Kerjanya dan Siapa yang Boleh Tes

Mengenal Rapid Test Corona, Cara Kerjanya dan Siapa yang Boleh Tes

Oh Begitu
Kenali Ciri-ciri Virus Corona dari Hari ke Hari yang Harus Diwaspadai

Kenali Ciri-ciri Virus Corona dari Hari ke Hari yang Harus Diwaspadai

Oh Begitu
Manokwari DIguncang Gempa Berkekuatan M 5,5, Tak Berpotensi Tsunami

Manokwari DIguncang Gempa Berkekuatan M 5,5, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Dampak Nyata Perubahan Iklim, Frekuensi Hujan Ekstrem di Jakarta Meningkat

Dampak Nyata Perubahan Iklim, Frekuensi Hujan Ekstrem di Jakarta Meningkat

Oh Begitu
Cegah Terkena Penyakit, Hewan-Hewan Ini juga Praktekkan Social Distancing

Cegah Terkena Penyakit, Hewan-Hewan Ini juga Praktekkan Social Distancing

Oh Begitu
komentar
Close Ads X