Gempa Hari Ini: M 7,6 Guncang Rusia, Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Kompas.com - 25/03/2020, 12:38 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

KOMPAS.com - Pagi ini, Rabu (25/3/2020) pada pukul 09.49 WIB terjadi gempabumi tektonik bermagnitudo M 7,6 di wilayah Kepulauan Kuril, Rusia.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menunjukkan bahwa episenter gempa ini terletak pada koordinat 48,95 LU dan 157,53 BT.

Lokasi tepatnya berada di laut Samudera Pasifik pada jarak 198 kilometer arah Tenggara Kepulauan Kuril, Rusia pada kedalaman 49 kilometer.

Baca juga: Dilema Mitigasi Kroasia, antara Gempa dan Lockdown Virus Corona

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc, bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench).

"Hal analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi ini dipicu oleh adanya penyesaran naik," kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, dampak guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kepulauan Kuril dan sekitarnya pada skala intensitas V MMI.

"Guncangan gempa dirasakan oleh hampir semua penduduk, barang yang tergantung bergoyang," ujar dia.

Akan tetapi, hingga saat artikel ini diterbitkan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Meskipun di sekitar pusat gempa tercatat tsunami kecil hanya beberapa sentimetar, akan tetapi hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

Oleh sebab itu, BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang.

Baca juga: Sukabumi Gempa Lagi, Tak Ada Kaitan dengan Lindu Sebelumnya

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, kepulaun Kuril dan Semenanjung Kamchatka Rusia merupakan kawasan rawan gempabumi dan tsunami.

Gempa dahsyat sudah beberapa kali terjadi di wilayah ini, seperti pada tahun:

  • 1952 (M 9,0)
  • 1963 (M 8,5) dan (M 7,8)
  • 2006 (M 8,3)
  • 2007 (M 8,1)
  • Gempa yang terjadi hari ini, 2020 (M 7,6)

"Di antara catatan gempa tersebut sebagian memicu tsunami yang destruktif," kata Daryono.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Fenomena
Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
komentar
Close Ads X