Kompas.com - 25/03/2020, 12:03 WIB
Ilustrasi seseorang melakukan kerja dari rumah atau work from home (WHF). SHUTTERSTOCK/LIGHTFIELD STUDIOSIlustrasi seseorang melakukan kerja dari rumah atau work from home (WHF).

KOMPAS.com – Isolasi mandiri (self isolation) dan physical distancing memang menjadi himbauan dari World Health Organization (WHO) untuk mengurangi penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Isolasi mandiri dan self monitoring menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat saat ini, termasuk di Indonesia. Namun, sebelum virus corona mewabah di dunia, beberapa orang telah menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Cegah Covid-19, Apa Bedanya Self Monitoring dan Self Isolation?

Chris Hadfield adalah salah satu astronot yang pernah menghabiskan berbulan-bulan lamanya di International Space Station (ISS). Sepanjang isolasi mandiri di ISS, Hadfield tetap produktif dan melakukan rutinitas protokol setiap harinya.

Lewat akun Youtube resmi Chris Hadfield, ia berbagi tips isolasi mandiri untuk masyarakat dalam memerangi virus corona.

Baca juga: 4 Hal Tentang Self Isolation, Dilakukan oleh Orang Sakit

Saran pertama Hadfield adalah untuk memahami risiko. Salah satu rintangan terbesar yang dialami banyak orang adalah kerasnya situasi saat ini.

“Anda tidak perlu panik atau menimbun bahan makanan atau tisu toilet untuk berbulan-bulan, tapi Anda perlu informasi akurat dari pemberitaan atau artikel dari sumber terpercaya. Setiap hari kita belajar hal baru tentang virus ini,” tutur Hadfield.

Saran kedua adalah mengetahui objektif atau tujuan dari isolasi mandiri.

“Untuk banyak orang, tujuan itu adalah menyeimbangkan kebiasaan normal saat kita bekerja dari rumah baik itu hari kerja maupun hari libur,” tuturnya.

Baca juga: Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19 tapi Tidak Ada Gejala? Lakukan Self Monitoring

Hal terpenting yang bisa kita lakukan saat ini, tambah Hadfield, adalah dengan tidak terinfeksi atau tidak menyebarkan virus yang telah menginfeksi kita.

“Cobalah cari tahu bagaimana cara menghadapi realitas baru ini,” tuturnya.

Saran berikutnya adalah pahami larangan. Pemerintah beberapa negara bagian di AS misalnya, telah menginstruksikan untuk tinggal di rumah.

“Itu adalah larangan yang sangat jelas. Banyak orang berusaha untuk membatasi kunjungan ke supermarket atau tempat lainnya. Sama halnya dengan larangan untuk menemui saudara atau teman. Tidak ada satu pun larangan ini yang ideal atau menyenangkan, tapi kita harus terima,” papar Hadfield.

Baca juga: Tak Perlu Cemas, Ini Cara Jelaskan Virus Corona pada Anak

Saran terakhir adalah melakukan aksi. Hadfield mengatakan ada banyak cara untuk melewati situasi isolasi mandiri ini.

“Baik itu dengan memulai proyek baru, belajar keterampilan baru, atau karaoke virtual dengan teman Anda di Google Hangouts,” tambah ia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X