Selamatkan Paru-paru Dunia di Hutan Kalimantan, Peneliti Lakukan ini

Kompas.com - 24/03/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi hutan Kalimantan di negara bagian Sabah, Malaysia. K. YoganandIlustrasi hutan Kalimantan di negara bagian Sabah, Malaysia.


KOMPAS.com - Para peneliti dari berbagai negara membantu mengidentifikasi kawasan hutan prioritas untuk melindungi salah satu paru-paru dunia di Kalimantan.

Pemerintah negara bagian Sabah di Borneo Malaysia, seperti melansir Pyhs, Selasa (24/3/2020), telah menetapkan target ambisius untuk mengamankan 30 persen kawasan hutan pada tahun 2025.

Para peneliti internasional, dua peneliti di antaranya berasal dari University of Montana, mencoba membantu mengidentifikasi kawasan-kawasan prioritas hutan di Kalimantan.

Dalam studi ini, para peneliti mengidentifikasi kawasan hutan yang paling penting di wilayah Sabah. Di mana kawasan ini memang dinilai cukup kritis dan perlu untuk dilindungi.

Baca juga: Ditemukan, Spesies Baru Katak Bertanduk dari Hutan Kalimantan

Kawasan hutan ini kaya akan sumber daya alam, banyak satwa dan tumbuhan yang terancam punah.

Hutan juga menyimpan sejumlah besar karbon, yang membantu memperlambat pemanasan global.

Secara total, hutan prioritas yang diidentifikasi luasannya sekitar setara Glacier National Park, bahkan hampir dua kali luasan Yorkshire Dales National Park di Inggris.

Penulis utama makalah studi ini, Dr. Sara Williams dari University of Montana mengatakan penelitian ini tidak seperti kebanyakan penelitian lainnya.

Baca juga: Peneliti LIPI: Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Buatan Manusia

"Penelitian ini digunakan untuk menginformasikan keputusan perencanaan konservasi yang akan diambil oleh lembaga pemerintah," jelas Williams.

Dia menambahkan kawasan hutan prioritas mencakup 5 persen dari luas lahan di negara bagian Sabah, Malaysia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber PHYSORG
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X