Misteri Tubuh Manusia: Cara Sistem Pernapasan Lindungi Paru-paru dari Virus

Kompas.com - 24/03/2020, 07:12 WIB
Ilustrasi paru-paru yodiyimIlustrasi paru-paru

KOMPAS.com - Udara yang kita hirup dipenuhi dengan berbagai bahan kimia dan zat berbahaya, termasuk debu, jelaga, polutan, jamur, bakteri, hingga virus.

Namun ternyata, sistem pernapasan kita memiliki cara unik untuk melindungi diri dari partikel udara yang berbahaya itu.

Salah satu hal yang perlu diketahui, hanya partikel sangat kecil - berukuran sekitar tiga hingga lima mikron - yang dapat mencapai paru-paru manusia.

Sebagai perbandingan, satu helai rambut manusia memiliki diameter antara 30 sampai 120 mikron. Tungau debu memiliki ukuran sebesar 0,1 hingga 0,3 mikron. Sementara partikel debu atau polusi udara ukurannya 2,5 mikron (PM 2,5).

Baca juga: 30 Misteri Tubuh Manusia yang Paling Unik dan Jawabannya

Nah, sebelum partikel super kecil itu mencapai paru-paru manusia, mereka harus melakukan perjalanan melalui mulut atau hidung dan menyusuri jalan napas, termasuk trakea (batang tenggorokan).

Trakea merupakan tabung udara yang mengarah dari laring (kotak suara) menuju ke bronkus (saluran udara besar bercabang yang memasuki paru-paru).

Trakea yang memiliki panjang sekitar 11 sentimeter dan lebar 2,5 sentimeter itu memegang peranan penting dalam sistem pernapasan manusia.

Ilustrasi CT scan dada (paru-paru) tunjukkan pneumonia, virus corona penyebab Covid-19. Ilustrasi CT scan dada (paru-paru) tunjukkan pneumonia, virus corona penyebab Covid-19.

Salah satu fungsi trakea adalah menyaring benda asing yang terhirup manusia sehingga dapat melindungi paru-paru.

Sel goblet dalam trakea, memproduksi lendir yang menahan benda asing, bakteri, hingga virus, agar tidak masuk ke dalam paru-paru.

Silia (rambut kecil yang melapisi trakea) akan membawa benda asing berbahaya bagi kesehatan paru-paru, ke atas menuju mulut, agar dapat ditelan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X