Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/03/2020, 07:04 WIB
Shierine Wangsa Wibawa

Editor

Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Manusia membutuhkan tidur yang cukup dan berkualitas. Namun, waktu tidur sering terganggu karena banyak alasan, termasuk munculnya kram di kaki.

Hal ini dialami oleh salah seorang pembaca Kompas.com yang bernama Poetri. Dia pun menanyakannya kepada para ahli lewat rubrik Halo Prof!:

"Halo Prof, saya Poetri dari Pekanbaru. Akhir-akhir ini saya sering bangun karena kram di kaki. Betis terasa sakit dan kaku. Sebenarnya ini kenapa atau penyakit apa ya, Prof? Mohon penjelasannya."

Keluhan Poetri dijawab langsung oleh dr. Indah Sandy Febriyanti, Dokter Umum dari RS Pondok Indah – Pondok Indah. Berikut paparannya:

Baca juga: Halo Prof! Bagaimana Cara Menurunkan Berat Badan untuk Pelajar?

Halo Ibu Poetri, terima kasih atas pertanyaannya.

Kram otot adalah kontraksi mendadak atau involunter yang terjadi pada satu atau lebih berkas otot. Kram otot dapat menyebabkan nyeri sensasi tajam yang timbul mendadak.

Walaupun pada umumnya tidak membahayakan, namun kram otot dapat membuat gangguan gerak sementara pada berkas otot yang terkena.

Penggunaan otot yang berlebihan (overuse); dehidrasi, cedera otot (strain), atau salah posisi pada waktu yang lama dapat menyebabkan kram otot.

Beberapa kondisi medis yang juga dapat menyebabkan kram otot adalah aliran darah yang tidak lancar akibat masalah pembuluh darah (sumbatan atau penyempitan), kompresi atau penekanan saraf, dan kekurangan mineral tubuh seperti potasium, kalsium, dan magnesium.

Baca juga: Halo Prof! Bolehkan Makanan Dipanaskan Berkali-kali?

Beberapa hal dapat Ibu lakukan untuk mencegah kram otot, yaitu:

1. Cegah dehidrasi, pastikan suplai cairan cukup selama aktivitas atau ketika Ibu berolahraga

2. Lakukan peregangan otot sebelum beraktivitas lama atau olahraga. Pada mereka yang umumnya mengalami kram otot pada malam hari, lakukanlah peregangan otot sebelum tidur.

3. Pastikan kebutuhan mineral tubuh tercukupi dengan asupan makanan yang bergizi seperti buah, sayur, dan juga suplemen kalsium atau susu.

Semoga penjelasannya membantu ya, Bu.

Salam sehat.

dr. Indah Sandy Febriyanti

Dokter Umum

RS Pondok Indah – Pondok Indah

Punya pertanyaan terkait kesehatan dan sains yang membuat Anda penasaran? Kirimkan pertanyaan Anda ke haloprof17@gmail.com untuk dijawab oleh ahlinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com