Mungkinkah Stasiun Luar Angkasa jadi Tempat Teraman dari Virus Corona?

Kompas.com - 19/03/2020, 17:32 WIB
Ilustrasi ISS. Foto yang dirilis NASA pada November 2018, memperlihatkan stasiun luar angkasa internasional (ISS) yang mengorbit Bumi. AFP PHOTO / HANDOUT / NASAIlustrasi ISS. Foto yang dirilis NASA pada November 2018, memperlihatkan stasiun luar angkasa internasional (ISS) yang mengorbit Bumi.

KOMPAS.com - Pandemi virus corona yang sebabkan Covid-19 telah menyebar dan mewabah ke hampir seluruh penjuru dunia. Akan tetapi, jika ada satu tempat kemungkinan besar virus tidak dapat menjangkau, itu adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS).

Bukannya tanpa sebab, stasiun luar angkasa yang mengorbit Bumi pada ketinggian lebih dari 400.000 kilometer ini memiliki sederet prosedur yang harus dilewati.

Hal itu dilakukan supaya ISS aman dari berbagai patogen yang berpotensi berbahaya.

Stasiun luar angkasa ini dioperasikan bersama oleh Badan Antariksa Amerika ( NASA), Rusia, Jepang, Eropa, dan Kanada. Bahkan, telah menjadi laboratorium penelitian terpenting yang berada di luar angkasa.

Baca juga: Sedang Wabah Virus Corona, China Tetap Luncurkan Roket ke Luar Angkasa

"Sebelum diberangkatkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, para kru dikarantina dan diamati untuk segala gejala potensial dan diuji. Ini adalah filter yang baik," kata Luis Zea, peneliti dari BioServe Space Technologies di University of Colorado Boulder.

Melansir Newsweek, Kamis (19/3/2020), NASA mengatakan jika langkah-langkah karantina itu diterapkan kepada para astronot sebelum dikirim ke stasiun luar angkasa dalam kapsul Soyuz yang diluncurkan dari Kazakhstan.

Karantina tersebut dilakukan untuk memastikan para astronot tidak sakit atau menginkubasi penyakit ketika sampai di ISS.

"Saya akan mengatakan, ISS mungkin merupakan salah satu tempat teraman dari virus corona untuk saat ini," ungkap Zea.

Baca juga: Astronot Panen Selada di Stasiun Luar Angkasa, Amankah Dikonsumsi?

Menurut Courtney Beasley, juru bicara badan antariksa, NASA mengambil langkah untuk mencegah kru membawa penyakit, seperti flu atau penyakit lainnya ke ISS. 

Setidaknya, para astronot yang akan dikirim ke luar angkasa, akan dikarantina selama dua minggu. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X