Mainan Lego Berpotensi Cemari Lautan Hingga Ribuan Tahun, Kok Bisa?

Kompas.com - 18/03/2020, 20:31 WIB
Potongan Lego yang ditemukan tersapu di pantai Cornwall, di barat daya Inggris. Potongan Lego yang ditemukan tersapu di pantai Cornwall, di barat daya Inggris.


KOMPAS.com - Peneliti menyebut, potongan mainan Lego mampu bertahan di laut dalam beberapa dekade sebelum sepenuhnya hancur. Sebuah studi dilakukan terhadap 50 potong mainan Lego yang ditemukan tersapu di pantai Cornwall, di barat daya Inggris.

Melansir dari Science Alert, Rabu (18/3/2020), potongan Lego tersebut kemudian dibersihkan, diukur, dan ditimbang.

Peneliti juga mempelajari karakteristik kimia untuk memeriksa umur masing-masing potong.

Selanjutnya, potongan dibandingkan dengan potongan Lego baru yang berasal dari tahun 1970-an dan 1980-an, untuk mengetahui tingkat keausan yang dialami masing-masing potongan.

Baca juga: Baju Kita Juga Sumbang Polusi di Lautan, Kok Bisa?

Lebih lanjut komposisi pigmen pada Lego memungkinkan peneliti untuk menentukan potongan diproduksi, yang tentu saja akan membantu tingkat kerusakan potongan.

Analisis menunjukkan balok yang hanyut di pantai warnanya lebih banyak memudar menjadi menguning, patah, dan kotor.

Tanpa mengalami kerusakan yang signifikan, dan ini menunjukkan jika produk yang terbuat dari plastik dapat bertahan di laut selama beberapa dekade sebelum akhirnya bisa terurai.

"Lego merupakan salah satu mainan anak paling bersejarah dan bagian dari daya tariknya adalah daya tahannya. Itu membuat kami cukup terkejut," ungkap Andrew Turner, peneliti dari Portsmouth University, Inggris.

Baca juga: Ilmuwan Jepang akan Lakukan Survei Mikroplastik di Laut, Untuk Apa?

Peneliti juga mencoba membandingkan potongan Lego dengan botol plastik bening dan menemukan jika sama berisikonya bagi kehidupan laut.

"Potongan Lego yang telah diuji dihaluskan dan dihilangkan warnanya, dengan beberapa struktur retak dan berkeping, menunjukkan potongan yang tersisa mungkin juga terurai menjadi mikroplastik," tambah Turner.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X