Tes PCR untuk Virus Corona, Benarkah Lebih Efektif Deteksi Covid-19?

Kompas.com - 18/03/2020, 17:32 WIB
Ilustrasi tes virus di laboratorium. Ilustrasi tes virus di laboratorium.


KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) mendesak untuk meningkatkan tes virus corona. Metode tes Polymerase Chain Reaction ( PCR) dinilai menjadi tes Covid-19 yang efektif untuk saat ini.

Jumlah kasus infeksi virus corona di Amerika Serikat terus bertambah, sejak negara ini mengumumkan kasus pertamanya pada 21 Januari lalu.

Hingga delapan pekan kemudian, tes virus corona masih belum banyak tersedia untuk semua orang yang membutuhkan.

Orang-orang yang sakit atau telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19, berjuang untuk melakukan tes virus.

Baca juga: Virus Corona Bencana Nasional, Sudah Saatnya Tes Massal di Indonesia

Namun, seperti melansir The Verge, Rabu (18/3/2020), hingga pekan lalu jumlah tes yang bisa dijalankan per hari di Amerika Serikat dibatasi sekitar 7.000 tes.

Laboratorium sedang berupaya mendapatkan pasokan yang mereka butuhkan untuk memenuhi permintaan untuk tes virus corona.

Di tengah kekacauan ini, para ahli menilai ada jenis tes yang relatif mudah yakni PCR, atau reaksi rantai polimerase. Jenis tes tersebut telah ada selama beberapa dekade.

Untuk menjalankannya, dokter hanya cukup mengambil sampel dari hidung atau tenggorokan pasien, kemudian mengirimnya ke laboratorium.

Baca juga: Mendesak Kembangkan Vaksin Corona, Peneliti Lewatkan Uji Tes pada Hewan

Petugas lab akan mencari bagian kecil dari bahan genetik. Analisis PCR mungkin saja rumit, namun tes ini dapat diandalkan.

"Jika sistem kesehatan bekerja dengan baik, maka tes-tes itu juga harus baik dan membantu kami mengelola epidemi ini," ujar Catherine Klapperich, direktur Laboratory for Diagnostics and Global Healthcare Technologies di Boston University.

Dalam situasi wabah seperti ini, tes PCR dinilai cukup berfungsi dengan baik, namun memang tes ini masih terlalu lambat.

Teknologi untuk menguji virus yang lebih cepat sudah ada, tetapi belum ada investasi skala besar yang dilakukan untuk mengkomersialkannya. Jadi tidak ada jalur yang jelas untuk memulai dan menjalankannya dalam keadaan darurat.

"Hal terpenting dalam tes ini perlu dilakukan untuk situasi wabah (virus corona) ini. Sebagai komunitas ilmiah, kami belum sampai ke sana," jelas Klapperich.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X