Ahli: Saatnya Indonesia Memiliki Pusat Studi Genom

Kompas.com - 17/03/2020, 10:04 WIB
Ilustrasi Genom Manusia National GeographicIlustrasi Genom Manusia

KOMPAS.com – Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 100.000 orang dan merenggut tidak kurang dari 8.000 jiwa di 149 negara di dunia.

Mutasi genetik telah mengubah perangai virus ini menjadi tidak dikenali, dan menyerang semua sistem imunologi manusia.

Di saat bersamaan, kemajuan teknologi mendominasi perkembangan layanan kesehatan. Antara lain kemajuan teknologi dalam genom, digital, dan kecerdasan buatan.

Baca juga: Covid-19, PDEI & MHKI Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan Tenaga Medis

Susunan struktur genom mikroorganisme dan manusia menjadi modal penting bagi sebuah negara untuk membangun serta melindungi warga negaranya dari serangan penyakit di masa depan.

“Human genome project yang telah memetakan 20.000-30.000 gen menjadi bekal landasan umat manusia untuk berpikir bagaimana genom berkorelasi dengan suatu penyakit,” tutur Budi Wiweko, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Wakil Direktur IMERI FKUI itu menyebutkan bahwa suatu penyakit akan bermanifestasi apabila gen peletup penyakit teraktivasi akibat pengaruh lingkungan dan gaya hidup.

Baca juga: Virus Corona Bencana Nasional, 4 Hal Penting untuk Hindari Penularan Baru

Demikian pula dengan respons pengobatan akibat penyakit tertentu yang sangat dipengaruhi oleh sensitivitas orang terhadap obat yang diberikan.

“Riset di bidang genomik memberikan kita kemampuan untuk meramalkan risiko seseorang mengidap penyakit degeneratif tertentu sekaligus respons kesembuhan pada pengobatan,” papar Budi.

Pusat Studi Genom

Budi menyebutkan bahwa setiap negara berlomba-lomba memetakan genomik penduduknya, serta mengembangkan kemampuan untuk memetakan potensi patogen berbahaya yang lahir secara tidak sengaja akibat ulah manusia.

“Sudah waktunya bagi kita untuk membangun pusat studi genomik atau Indonesia Genome Institute and Studies (INA GENIUS), yang akan bertanggungjawab terhadap setiap potensi serta perubahan genetik yang berdampak besar bagi kesehatan,” tutur ia.

Baca juga: Studi Terbaru tentang Genom, Pecahkan Misteri Terbentuknya Kanker

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X